Hallo sobat Mbak Lala, apa kabar? Semoga dalam keadaan sehat dan bahagia aamiin. Gimana nih kok judulnya nanyain gaji?Hehehe tenang, tenang. Mbak Lala enggak akan cari tau gaji temen-temen kok, kan itu sangat privasi. Yang Mbak Lala mau bahas disini, terkait etis atau tidaknya pertanyaan itu dibicarakan sebagai obrolan antar pekerja atau sesama rekan kerja.

Menurut Sobat Mbak Lala gimana? Jawabannya bisa beragam ya, mulai dari enggak merasa nyaman saat ditanyakan soal gaji, ada yang santai aja dan malah seneng kasih info. Namun, Mbak Lala mau kasih beberapa sudut pandang terkait pertanyaan soal gaji dan gimana respon terbaiknya.

Tahun 2012, Mbak Lala ingat banget se-lulus Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Mbak Lala enggak bisa langsung kuliah, kendala biaya. Akhirnya Mbak Lala memutuskan melamar kerja, alhamdulillah diterima. Setahun bekerja, Mbak Lala menyisihkan sebagian gaji untuk beli laptop dan nabung untuk biaya masuk kuliah.

Menjelang semester akhir, alhamdulillah mbak Lala dapat pekerjaan baru di kantoran area Jakarta Selatan, tahun 2016-an. Disini lah sudut pandang Mbak Lala terkait obrolan gaji mulai berubah. Division Head mbak Lala seorang bapak bijaksana, kemudian membawahi 2 orang Departemen Head,satu orang seorang wanita yang sangat cerdas kemudian 1 lagi seorang bapak yang bijak. Dari mereka ber-tiga, Mbak Lala banyak belajar tentang dunia profesional. Dept Head, tersebut pernah menasehati terkait gaji, “Boleh temenan sama siapa aja, tapi bertemanlah secara profesional, terutama terkait pekerjaan, gaji.” Ujarnya di sela obrolan. Kebetulan kita sering makan bareng, unik nya setiap ultah para boss kita di traktir makan di tempat bagus dan enak, masya Allah jadi nostalgia nih. Jadi saat itu kami ada di departemen Sales dan marketing, tau sendiri ya, departmen satu ini bakalan berisi orang-orang yang target oriented, persaingan lumayan sengit, sikut-menyikut dengan cara yang soft. Karena mbak Lala baru bekecimpung di dunia perkantoran, mbak Lala polos aja, enggak paham kalau ada beberapa orang mau nya tuh saingan. Soalnya dari pertama kerja di dunia retail, orangnya slow aja kerja ya kerja sesuai porsi, agak minim drama juga.

Di dunia perkantoran beda nih, terutama perkara gaji. Idealnya gaji itu jadi urusan pribadi dan bersifat rahasia. Tepatnya rahasia antara si karyawan dan HRD bagian penggajian. Tidak diperkenankan menceritakan perkara gaji ke sesama pekerja. Karena secara fakta, perkara gaji ini sangat sensitif dan menimbulkan ragam persepsi yang ujungnya rasa iri.

Wah, kok bisa? Bisa banget gini deh kita ceritain secara mudah. Si A nanya ke si C “berapa gaji mu?” Kalau si A jawab jujur dengan nominal yang sebenarnya, bakalan nimbulin rasa iri enggak sih? Apalagi kalau nominal gaji mereka beda, misal job desk nya mirip-mirip. Sebaik-baik nya orang, kalau perkara uang, baiknya lebih hati-hati, enggak usah terbuka banget ya, karena ini privasi. Kalau si C ngerasa gaji nya kurang layak, ia akan mengalami de-motivasi kerja, membandingkan betapa lelahnya job desk yang ia emban, namun tak sebanding dengan yang ia dapatkan. Rumit ya, akan panjang nih endingnya. Bisa aja si C minta pengajuan kenaikan gaji, atau malas-malasan kerja. Parahnya bisa aja pertemanan nya renggang. Ya, walaupun banyak yang bilang kalau kerja bertemanlah seperlunya. Ada benernya juga sih, ya.

Kalau si A ketika ditanya “Berapa gaji mu?” Sama si C, dan si A merespon dengan bercanda atau mengalihkan pembicaraan, seharusnya si C paham kalau A tidak mau membahas hal yang sifatnya privasi. Dalam peraturan HRD pun ada poin terkait informasi gaji ya hanya boleh di ketahui si karyawan, atasannya dan pihak HRD. Alias se-rahasia itu.

Mungkin, karena budaya kita sudah biasa kepo soal “Kapan nikah?” “Kapan punya anak?” Makanya nanya gaji terasa lumrah aja. Perkara besaran gaji kita berapa, harusnya hanya bisa di obrolin sama keluarga inti, orang yang lagi pendekatan menuju jenjang pernikahan, disini sangat diperlukan keterbukaan financial, supaya saling tau dan kedepannya jika ber-jodoh bisa ngobrolin lebih dalam terkait keuangan untuk keluarga nya kelak.

Nah, dari sini kira-kira sobat Mbak Lala masih mau kepo atau nanya-nanya soal gaji ke temen/sodara enggak nih? Atau kalau ditanya “Berapa gaji mu?” Masih mau jawab gamblang atau jawab dengan guyonan dan di ganti topik obrolannya? Nah pilihan ada ditangan masing-masing individu ya, silahkan lebih bijaksana menentukan mana yang terbaik bagi jangka panjang dan kedepannya.

Sama hal nya dengan menanyakan “Kapan nikah?” “Kapan punya anak” Pertanyaan-pertanyaan kaya gitu sebaiknya ditahan, tidak dikeluarkan walaupun merasa penasaran. Karena itu hal-hal yang pribadi banget, kurang etis buat ditanyakan, menimbulkan ketersinggungan, bisa jadi akan ada efek jangka panjang dari pertanyaan atau ke-kepoan tersebut.

Perkara mengetahui gaji rekan kerja, secara psikologis pun pasti akan mempengaruhi beberapa aspek. Manusia cukup pandai dan perhitungan lho. Kemudian kenapa ada range yang berbeda dalam sebuah perusahaan? Perusahaan pasti sangat memahami, posisi A dan B dibedakan karena pekerjaan A membutuhkan daya analisa, pemikiran, dkk sehingga lebih tinggi atau tahun masuk, Penyesuaian UMR, lulusan kampus mana, S berapa, pastinya mempengaruhi keputusan managemen dalam memberikan gaji, apalagi kalau sudah berpengalaman kerja, bisa negosiasi gaji, sudah pasti akan beda yang diperoleh.

So, berapa pun besaran gaji mu cukup kamu, keluarga dan pihak managemen yang tau. Dan kamu enggak usah repot mencari tau gaji orang lain, penasaran nya boleh di keep aja ya. Supaya kamu tidak memiliki rasa iri dan tetap bisa mensyukuri apa yang kamu peroleh. Nikmati dan syukuri, jika merasa tidak berkembang, maka asah skill, dan coba mencari peluang lagi.

Beda cerita, kalau sobat mau ngelamar kerja. Sobat wajib riset range gaji di posisi yang sobat lamar, baik secara range di industri yang spesifik maupun secara umum, bahkan jika perusahaan nya besar, di aplikasi Linkedin akan diinfokan range gaji untuk posisi tertentu. Jadi bisa buat acuan, bisa buat petimbangan dan negosiasi saat lolos test nanti nya.

Enjoy reading & thank you sudah meluangkan waktu untuk membaca sedikit tulisan random terkait berapa gaji mu, semoga buat para newbie di dunia kerja, lebih bisa memilah mana saja yang boleh dishare mana yang tidak, jangan oversharing ya gaes. Tetap harus ada batasan yang jelas, supaya lebih terlindungi dari prasangka dan rasa iri.

Yuk Subscribe!

Dapatkan artikel-artikel terbaru dari Mbak Lala langsung ke inbox kamu. Caranya cukup dengan isi kolom berikut dengan alamat email kamu yaach...

Bergabung dengan 5 pelanggan lain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.