Instagram Bisa Hasilkan Cuan, Gimana Cara nya?

Halo, apa kabar Sobat Mbak Lala? Semoga dalam kedaan sehat dan bahagia, aamiin. Siapa nih yang masih eksis banget di instagram? Yuk sini merapat, kita sedikit nostalgia sekaligus rekap perjalanan menggunakan sosial media yang satu ini. Inget banget, pertama bikin akun instagram pas tahun 2015-an. Saat itu niat nya ya pengen FOMO alias, ikut-ikutan dan coba gunain platform baru. Ternyata, malah seru dan asik buat di kulik lebih dalam.

Pas udah instal aplikasi Instagram, ternyata ada analitycs nya, jadi suka ngulik deh di akun social media yang satu ini kemudian, algoritma instagram saat itu sangat mudah banget di pahami, kalau bikin activity jangkauan dan peminat nya banyak, konten yang dibuat jangkaun, like dan komen nya bagus. Kala itu lebih sering share foto, jadi belajar foto pake handphone dengan lebih benar dari sisi angle, komposisi dan pencahayaan. Kadang artikel di kompasiana di share ke feed instagram juga. Terus suka ikutan kelas instagram dan google analytics pada saat itu. Ini hanya sedikit sharing tentang pengalaman nyata yang mbak Lala alami ya, mungkin akan banyak perbedaan pengalaman dengan sobat sekalian.

Ternyata, melalui instagram kebuka lah peluang pekerjaan tepat nya di tahun 2016-an, saat itu sebuah perusahaan yang bergerak di bidang keuangan syariah membuka lowongan untuk posisi Promotion Research & Agency Devlopment Jobdesk inti : Build Social media untuk perusahaan, isi konten (foto, artikel, video press release pada website) Lalu koordinasi dengan 20 Cabang terkait info-info terkini di masing-masing cabang. Bermodalkan pengalaman 4 tahun sales, sering nyambil jualan kosmetik ke temen kerja dan handle akun socmed pribadi (Instagram, FB, Twitter & blogspot) Ternyata dari sekian banyak pelamar, Mbak Lala terpilih sampai ke tahapan akhir, interview bareng HRD untuk nego gaji, di sela-sela obrolan “Berapa total follower IG & FB?” Mbak Lala jawab apa ada nya dan terus di tanyakan kenapa suka main socmed dan lain nya, nego gaji pun lancar jaya, alhamdulillah. 

Pas kerja, pertama kali mbak Lala buat nama akun socmed nya, approval lalu mbak Lala buat, Mbak Lala langsung dapat inventaris HP dan PC. Mbak Lala lebih sering tektok kan pekerjaan sama Dept Head, Kadiv, staff desain grafis dan para Kacab, sesekali jalin relasi sama beberapa brand start-up. Rules nya enggak terlalu ribet, namun emang kudu komunikatif dan berani ngajuin budget ads ke BOD, menantang banget sih, anak yang belum lulus kuliah ini harus sering mondar-mandir ruangan atasan terus, jadi banyak belajar banget disini tuh. 

Sejak saat itu, Mbak Lala sudah berpikir melalui social media, mbak Lala bisa mendapatkan pekerjaan baru di kantoran area Jakarta Selatan, meski harus pulang pergi Bogor-Jakarta rasanya happy aja, ternyata jadi anak socmed itu sabtu minggu pun masih ada kerjaan, kerja dari mana aja dan kapan aja heheheh. Berhubung saat itu Mbak Lala masih nyambi kuliah, alias belum lulus, pas masa skripsi mbak Lala merasa keteteran karena harus ngejar-ngejar ACC dosen pembimbing, sering izin biar bisa nemuin Pak Dospem, karena merasa enggak enak dan gimana gitu setelah 1 tahun 6 bulan dengan berat hati mbak Lala resign, alasan terkuat mau beresin dulu kuliah. Sempet di tawarin buat cuti, tapi rasa nya enggak enak, mana saat itu posisi mbak Lala lagi ketambahan job desk, handle administrasi cabang-cabang dan sering tektokkan sama finance juga. 

Sampai dengan 2018 Akhir Mbak Lala berkarier diluar dunia socmed, tapi masih ada di lingkup divisi Sales Marketing, lebih sering ketemu klien buat Approval BAST, dkk. Kemudian di tahun 2019, Mbak Lala memutuskan melamar di bagian Content & Blasting dan alhamdulillah setelah proses interview yang sangat panjang dan lama (1,5 bulan total) Diterima juga dan berkarir lah lagi di dunia konten. Saat itu posisi mbak Lala sudah menikah 1 tahunan kurang. 

Dari situ mbak Lala melanglang buana lagi, supaya bisa menyeimbangkan antara pekerjaan dan rumah tangga, 2020 awal memutuskan jadi Social Media specialist & Web Administrator di Event Organizer, awalnya hanya pegang 2 akun perusahaan hingga akhirnya jadi 5 akun perusahaan dengan segmen berbeda, begitupun website nya. Kebayang ya repot banget tuh sempetin buat bikin konten harian 5 akun socmed perusahaan dan mikirin artikel buat 5 web perusahaan, lalu ngepost sendiri, edit desain buat artikel sendiri, balesin DM atau komentar sendiri, walaupun enggak lama kemudian pandemi melanda, tapi enggak pernah kekurangan pekerjaan hehehehe, malah sering merasa disini Mbak Lala jadi Digital Marketing banget, sering bikin strategi konten, artikel, budget ads, setting ads, pantau, pahami dan report google analytics, banyak belajar banget sih asli serta terbiasa mantau dan ngajarin beberapa orang anak magang juga. 

Pas pandemi otomatis banyak kerja secara WFH (Work From Home) rasa nya lebih efektif banget saat itu, setelah pandemi mulai longgar, event offline di luar Kota mulai berdatangan, lebih sibuk dan sering nginep di luar Kota rasanya kepikiran juga sama keluarga, Agustus 2022 memutuskan buat resign dan melalui DM instagram, mbak Lala dapat tawaran pekerjaan untuk posisi Web Administrator, dengan mengucap bismillah, Mbak Lala coba ikuti undangan interview dan lain nya, syukur alhamdulillah rezeki, keterima lah kerja nya 3 hari di rumah atau WFH, 2 Kali WFO (Work From Office), kadang WFO bisa lebih dari 2x kalau ada urgensi atau event

Selain tawaran pekerjaan lewat instagram, sebetul nya sejak 2018-an Mbak Lala rajin ikutan giveaway dan Kuis berhadiah di instagram serta Youtube. Nah, alhamdulillah cukup sering dapet giveaway dan kuis dari platform instagram, sampai-sampai ada istilah giveaway hunter, Quiz hunter. Kemudian sering ketemu dan join di  komunitas yang emang sesuai niche, lalu ikutan kompetisi dan sering menang juga, alhamdulillah jadi kaya ada penghasilan tambahan gitu kan.

Sering nya dapat saldo e wallet mulai dari 50 ribu sampai yang paling besar 500 ribu, lalu sering berkesampatan ikutan cooking class gratis dari brand, dapat ilmu nya, goodiebag, hasil masakan di bawa pulang, pokok nya masya allah bikin bersyukur. Sempet juga menangin hadiah reksa dana dan diundang datang ke acara gathering nasabah prioritas, kebayang ya hepi banget, bisa ngerasain vibes jadi nasabah prioritas, ketemu artis dan influencer ternama, bisa foto bareng, makan bareng, ngobrol dan nikmatin acara nya. 

Kemudian Bulan Oktober 2023, berkesempatan menangin tiket Tech in Asia Indonesia serta dapetin 1 unit smartwatch yang kalau dilihat di marketplace harganya 2 jutaan lebih, masya allah maha baik Allah, melimpahkan rezeki di luar dugaan banget. Jadi selama ini tuh mbak Lala enggak merasa malu atau gengsi ikutan giveaway dan kuis berhadiah, ikutan acara atau seminar gratis sampai berbayar yang bahas soal social media, content, editing video dan lain nya, mbak Lala punya prinsip selama kita jujur, lurus dan enggak neko-neko, enggak males belajar insya allah ada aja jalan nya. 

Jujur hadiah yang kadang terasa receh itu, sangat bermanfaat dan bisa menambah serta menjaga kestabilan keuangan Mbak Lala yang memang sering di uji dari sisi faktor ekonomi, namun disini mbak Lala berusaha menjauhkan diri dari berhutang dan berusaha mencari tambahan rezeki dengan cara yang benar. Kalau penasaran boleh banget ya mampir ke akaun instagram Mbak Lala di https://www.instagram.com/lala_mynotetrip ada banyak konten yang emang hasil dari hadiah, inti nya jangan berhenti belajar, pahami social media sebagai tools menambah penghasilan atau cuan (ini merupakan bonus dari serangkaian upaya ya), pasti nya bisa menambah teman bahkan relasi yang positif, memperkuat branding digital dan jangan lupa untuk dijaga jejak digital nya, jangan menyebar hoax, serta jaran kebencian. Hindari berkomentar negatif, berhati-hati dalam membuat konten dan saat kasih komentar tolong pertimbangkan baik-buruk dan impact nya, baik jangka dekat dan jangka panjang.

Untuk Bio instagram, silahkan di optimasi, isi dengan info penting, kegiatan yang di lakukan atau profesi, tautkan di bio instagram seperti : link blog, link linkedin, sehingga profil kita jadi makin terlihat baik diimbangi dengan sifat dan sikap yang baik juga di dunia nyata. Saat mendapatkan DM dan komentar, usahakan di balas dengan sopan, karena beberapa kali juga Mbak Lala dapat tawaran via DM untuk jadi narasumber di beberapa kampus, karena mbak Lala basic nya enggak pandai berbicara di depan umum, maka tawaran-tawaran tersebut mbak Lala tolak secara halus nan santun. 

Menjadi public speaker menurut mbak Lala tidaklah mudah, apalagi audience yang dihadapi mahasiswa dan mahasiswi mereka pasti sangat kritis dan semangat mengulik serta bertanya, Mbak Lala masih harus belajar banget terkait hal yang satu ini. Karena Mbak Lala basic nya di setting jadi orang belakang layar, hehehe kuliah jurusan Sistem Informasi, pas SMK jurusan Akuntansi, karakter jurusan ini udah pasti kurang pandai berbicara ya. Walaupun lumayan lama di dunia sales, tetap saja akan berbeda rasa nya saat menjadi narasumber. Pernah coba jadi host di beberapa acara saja, masih suka blank dan grogi lho. So, Mbak Lala enggak mau menjadikan itu semua alasan, saat ini Mbak Lala berusaha juga belajar, meningkatkan percaya diri, kemampuan berkomunikasi dan berbicara di depan umum, bismillah ya level up, bisa lebih bermanfaat buat banyak orang dan menaikkan derajat diri, aamiin.

Oh, ya selain dari giveaway dan kuis, Mbak Lala juga belajar jadi content creator dan beberapa kali kerjasama dengan brand buat bikin reels (istilah nya jadi canvasser, nano influencer) Jadi paham soal ER, insight, makin manfaatin analisa dan beberapa kali bikin artikel serta sempat ngerasain gathering sama blogger. Mbak Lala masih pemula, tapi diri ini akan berusaha belajar serta terbuka banget dengan peluang serta kesempatan yang hadir. Jadi, instagram itu bisa banget mendatangkan banyak manfaat, nilai positif bahkan cuan, selama kita tau dan mau menggunakan nya dengan tepat. 

Mbak Lala yakin banget, anak jaman sekarang lebih cepat beradaptasi dan pandai mengatur waktu. Beberapa teman sering bertanya-tanya, gimana cara bagi waktu? Mbak Lala bilang, dari 24 jam yang kita punya di setiap hari nya coba break down dan buat to do list, sejak bangun sudah tau mana skala prioritas, kalau libur bisa iseng editing video, bikin konten, stok konten, sekjul konten, kerjaan utama tetap prioritas ya, enggak boleh diganggu sama kerjaan selingan dan keluarga tetap harus diperhatikan juga.

Bismillah ya, kita semua bisa lebih produktif di masa muda, demi masa tua yang lebih menenangkan, jangan lupa simbangkan ibadah nya, sebagai tanda dan rasa syukur atas segala nikmat yang telah kita dapatkan, serta jangan mudah menyerah dan kecewa jika apa yang diimpikan belum terwujud secara maksimal, selama bisa mencoba lagi ya di coba terus ya. 

Terima kasih banyak, sudah menyempatkan waktu buat baca artikel Mbak Lala terkait Instagram Bisa Hasilkan Cuan, Gimana Cara nya? Semoga dari tulisan sederhana dan base on pengalaman ini ada manfaat yang dapat dipetik ya. Kira-kira setelah artikel ini, adakah request tema tertentu buat artikel selanjutnya? Kalau ada, boleh lah infokan via komentar.

Yuk Subscribe!

Dapatkan artikel-artikel terbaru dari Mbak Lala langsung ke inbox kamu. Caranya cukup dengan isi kolom berikut dengan alamat email kamu yaach...

Bergabung dengan 5 pelanggan lain

19 Tanggapan

  1. Gila sih ini tulisannya daging banget. Dan aku langsung ngerasa, “jadi kamu selama ini ngapain aja Yan?” haha, aduh, ketahuan belom memaksimalkan instagram sebagai ladang cuan ya. Dan ya, aku emang sayang banget sama sosmed yang satu ini.

    Jadi sangat picky kalau ada tawaran. Karena kenikmatan main IG sejauh ini sebatas “memamerkan” hobi fotografi, jadi ya emang kalau ada tawaran jadinya lebih selektif. kayaknya aku perlu bikin 2nd acc ini ya. Khusus buat memaksimalkan potensi cuan ^^

    1. Sebetul nya Instagram bisa jadi portofolio digital juga kan, bukan pamer sih menurut ku melainkan membangun portofolio dengan sangat konsisten serta menjaga isi postingan instagram pribadi, sangat keren juga lho, punya prins prinsip, sangat idealis & cuan itu sebetulnya bonus aja ya hehehe.. mana tau malah dapetin tawaran motret dari brand-brand besar, bisa makin intens ambil jepretan berkulitas, itu malah lebih level up lagi.
      Kalau aku mah masih pengguna cilik, yang emang suka IG dan kebetulan mendulang hoki dari sana, buat menambah-nambah, alhamdulillah.

  2. Wahh keren banget Mbak Lala pernah berkarir jadi sosmed spesialis. Orang ngiranya main HP doang padahal mikir juga strategi konten ya😄.
    Mau tahu dong gimana cara biar ER tinggi?

    So far IG masih sosmed faviritku karena banyak info juga di sana.

    1. Hehehe, untuk saat ini ningkatin ER lumayan sulittt Mbak
      Jujurly ER akun pribadi ku saat ini sering naik-turun.
      Jika memang mau fokus ningkatin ER sering-sering analisa akun, postingan, jam tayang konten, konten apa yang di sukai, bisa jadi salah satu evaluasi buat paham mau nya audience dan bisa dapetin insight yang oke.
      Cuma ya, balik lagi apa iya kita mau fokus ke ER aja? Please banget perhatiin kualitas dan kebermanfaat konten juga, insya allah ER bagus bonus nya ya ^-^

  3. Masya Allah, menginspiasi banget euy tulisannya mbak lala. Aku ngerasa terinspirasi sekaligus tertampa juga. Mbak lala hebat banget bisa handle akun sampe segitu banyak euy. Aku punya 2 aja uda empot-empotan ngurusinnya.

    Kayaknya masih harus banyak berbenah diri ya supaya bisa dapet lebih banyak cuan dari Internet. Malu sama emak-emak banyak yang sukses dapet penghasilan lebih dari social media, padahal mereka aslinya lebih sibuk dan capek ngurusin anak daripada kita kita para cowo.

  4. Membaca artikel mbak Lala ini, yang muncul dipikiranku “jangan malas, jangan menyerah, terus belajar”
    Belajar juga nggak mengenal usia selama ada kemauan dari diri sendiri
    Aktif semasa kuliah, menjalin banyak networking saat kuliah dan terus berkembang sampe sekarang, ini luar biasa mbak
    Apalagi sekarang ini juga mulai banyak job yang berhubungan dengan sosial media, intinya nggak boleh malas belajar hal-hal baru

  5. Luar biasa banget pengalaman mbak Lala di dunia digital, di CV pasti panjang banget nih portofolio nya. Sukses terus ya mbak di dunia digital, seneng baca kisah lika likunya

  6. terima kasih mba Lala untuk sharingnya, kalau kita rajin dan tekun appaun bisa menghasilkan uang termasuk instagram ya Mba Lala, seneng banget dengarnya bisa dapat ini itu dari IG, bisa jadi insight buat yang lain niy mba, terima kasih

  7. Ternyata banyak saluran rejeki Allah ya… Kalau dulu kayaknya pekerjaan hanya berkutat di perkantoran, sekarang makin beragam dengan adanya sosial media… Tinggal belajar lagi gimana caranya mengoptimalisasi sosial media biar bisa dapat cuan dari sana…

  8. Setujuuu mba, yg penting itu halal, jadi ga usah malu ikutan quiz Hunter dsb. Aku juga sering ikut dulu, walo banyak ga beruntung hahahaha.

    Aku pun menjaga banget postingan ku jangan sampe ada yg berisi ujaran kebencian, atau memprovokasi sesuatu golongan. Ga pengen kalo sampe viral tp dlm hal negatif. Jejak digital ga pernah hilang soalnya.

    Makanya hati2 utk urusan begini.

    Kdg aku msh ada keceplosan, dan menyesal sih..makanya makin kesini, aku mikir lama dulu sebelum komen sesuatu di medsos

  9. First, saya mau bilang : IIHHH MBAK LALA KEREN BANGEEETTT.
    Ngena banget tulisannya, sungguh..
    Tahun 2018-2020 waktu masih tinggal di Taiwan, saya pernah bantu suami jadi admin sosmed beberapa perusahaan, tapi karena saya merasa ngga bisa menyeimbangkan antara kerja disalah satu perusahaan Taiwan, sambil momong anak, sambil jadi admin sosmed,, alhasil saya lepaslah itu kerjaan jadi admin sosmed. Berasa “eman” tapi yamo gimana lagi..huhu.
    Semangatt buat mbak Lala yak, semoga selalu maju terus karirnya ^^

  10. Selama ini, blog yang kita anggap portofolio ya padahal Instagram dan medsos lainnya bisa jadi portofolio kita dan diisi dengan hal yang sesuai dengan branding kita. Keren La banyak peluang dan hal yang didapatkan dari Instagram yaa jadi pengen kelola OG lebih serius

  11. Aku kok kesulitan banget ya.. bikin konten IG tuh..
    Berasa banyak yang aku hindari dan terlalu ngerasa hidupku B aja.
    Hihihi.. kalok soal drakor dan korea, aku lebih seneng lewat blog.
    Tapi memang kudu diulik banget siih.. strenght-nya ada dimana dan itu aja yang ditekuni untuk jadi konten. Jadi bener tuh.. bisa jadi portofolio digital.

    1. Blog mu sudah keren banget kak, kalau ngulas film atau drakor details banget.
      Gapapa pelan-pelan coba buat versi IG dengan bentuk reels misal nya, ceritain atau kasih sinopsis tentang beberapa drakor yang emang rekomen.
      Aku yakin sih Kak, kamu punya potensi besar buat memajukan socmed mu sebagai portofolio digital, ganbatte ya

  12. Wah keren banget nih Mbak Lala. Sebagai generasi old, main di instagram itu hanya karena kebetulan jadi bloger. Seandainya tidak ngeblog mungkin saya tidak bikin akun ig. Maklum, emak-emak modelan saya tahunya main fb saja. Nah, membaca tulisan ini, saya jadi terinspirasi untuk menggunakan akun ig saya lebih baik, siapa tahu bisa dapat cuan melalui ig kan? By the way, bolehlah ajarin sedikit tip-tip nya biar bisa sekeren Mbak Lala, hehehe.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.