Jika Terlanjur Terjerat FOPO Begini Cara Mengatasi nya?

Halo, apa kabar? Semoga dalam keadaan sehat, aamiin. Sadar atau tidak, kini kita semua termasuk juga mbak Lala kita berada di era digitalisasi yang serba sat-set. Dimana kita semua terbiasa mengakses ragam informasi dengan serba cepat. Rasa nya baru aja beberapa waktu yang lalu ada istilah FOMO. Sekarang muncul lagi istilah FOPO. Apa sih itu FOPO? Yuk pahami dulu arti FOPO.

FOPO merupakan singkatan dari Fear of Other People’s Opinions atau takut dengan pendapat maupun opini orang lain. Jadi gini, menurut Psikolog UGM, T. Novi Poespita Candra, S.Psi., M.Si., Ph.D., pemicu FOPO bisa beragam. Kondisi ini juga sudah menjadi fenomena di masyarakat dan terus meningkat.

Salah satu pemicunya bisa datang dari media sosial. Alasan merasa takut, rendah diri, atau cemas bisa dikarenakan Aku atau kamu merasa khawatir tentang ketidak setujuan sosial. Jadi overthinking dan cancel banyak hal karena takut di cap macem-macem sama orang-orang.

Ketakutan ini secara perlahan tapi pasti, menjadi beragam obsesi yang tidak rasional, menyebabkan kita malah kurang atau bahkan tidak produktif, dan membahayakan potensi yang di miliki.

Akibat dari situasi ini kebanyakan dari kita akan menjadi memilih bermain ‘aman’, karena takut sama dikritik hingga ditolak. Duh, semengerikan itu ya Sobat. Buat tau details nya, yuk pastikan baca artikel nya sampai selesai ya.

Penyebab Terjerat FOPO

FOPO, menjadi kondisi yang kian meningkat dan menjadi fenomena luar biasa di tengah masyarakat. Salah satu pemicu FOPO, ternyata bisa datang dari media sosial. Gimana? ya melalui media sosial ini pendapat orang semakin terbuka, image nya terbuka, meskipun ada beberapa orang yang memang selalu khawatir dengan pendapat orang lain.

Selain itu, di Indonesia sendiri FOPO juga bisa dibentuk oleh budaya dan pendidikan. Kedua unsur tersebut sangat feodalisme dan konfromitas yang secara mendasar masih lekat di masyarakat, sehingga ber-kontribusi kuat dalam membentuk situasi tersebut.

Adapun sistem pendidikan bisa memberi pengaruh. Pasalnya pendidikan yang menyeragamkan semua individu, pada akhirnya membuat orang-orang lebih mementingkan pendapat atau pikiran orang lain dibandingkan pendapatnya sendiri. Padahal, seharus nya setiap individu bisa menampilkan uniq nya sendiri tanpa takut sama pemikiran atau pendapat negatif dari orang lain.

Dampak Buruk FOPO Bagi Yang Terdampak

FOPO bisa memberi dampak yang negatif bagi kehidupan seseorang. Misalnya, banyaknya topik mengenai parameter kesuksesan usia 20-an sudah sukses, kaya raya. Wah, bikin banyak yang kepikiran, membandingkan lalu merasa diri nya payah dan malu buat melakukan gebrakan, takut dikira payah dan lain nya. FOPO ini membuat seseorang tidak memiliki kesadaran akan identitas dirinya sendiri, merasa rendah diri dan sulit mengapresiasi diri.

Mereka tidak mengenal dirinya dengan baik. Jika mereka bisa mengatasi hal ini, tentu tak perlu cemas dengan pendapat orang lain atau tidak perlu takut berbeda. Enggak hanya itu, ketakutan dengan pendapat orang lain juga mengakibatkan gangguan kecemasan sosial.

Kondisi ini memicu dampak negatif bagi kesehatan mental. Mereka menjadi tidak tahu apa yang sebenarnya diinginkan, semua yang dilakukan semata-mata hanya untuk memenuhi harapan publik.

Cara Mencegah Terkena FOPO

Tentunya aku, kamu dan kita semua, tak ingin memiliki masalah dengan FOPO kan? Pencegahan yang bisa dilakukan. Paling utama adalah dimulai dari pendidikan di rumah dan sekolah.

Jadi ekosistem pendidikan dibuat agar anak-anak bisa tumbuh dengan kepercayaan diri yang baik. Dengan begitu, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang utuh dan mandiri.

Jika Terlanjur Terjerat FOPO Bagaimana Mengatasi nya?

Bagi Aku, kamu atau kita yang sudah terlanjur mengalami atau terkena FOPO, jangan putus asa karena masih ada beberapa cara yang bisa kita lakukan serta upayakan.

Mulailah dengan berdialog terkait ketakutan apa, mengapa tidak berani memutuskan, dan kenali diri seutuh nya. Hal ini akan membantu mereka cara berpikir dan bersikap.

Berikutnya bisa mencoba dengan melakukan banyak aktivitas positif untuk mengurangi kecemasan. Tapi jika sampai ke level traumatik, lebih baik kamu menghubungi profesional seperti psikolog maupun konselor.

Itulah tadi penjelasan mengenai FOPO alias Fear of Other People’s Opinions atau takut dengan pendapat maupun opini orang lain. Semoga, kita lebih care sama hal-hal yang seperti ini ya. Jangan biarkan diri kita berlarut-larut terjerat FOPO, dan berdampak negatif bagi kemajuan diri.

Menghadapi tahun baru Masehi sudah selayak nya kita melakukan evaluasi diri secara menyeluruh, kemudian berupaya meninggalkan serta membuang hal-hal negatif yang menhambat kemajuan diri serta terbuka nya ragam peluang besar. So, segera atasi FOPO yang menjerat dan sambut esok dan lusa dengan penuh optimisme.

Maksimalkan potensi diri, lakukan hobby yang berfaedah tanpa takut di judge aneh-aneh sama orang dan lingkungan sekitar. Apalagi kalau punya hobby yang bermanfaat serta berdampak bagus bagi sekitar.

Secara sederhana, upload postingan di sosial media, dengan niatan menginspirasi, memotivasi serta menyemangati sesama buat terus berkarya. Jangan ragu, teruskan saja secara konsisten dan ikhlas. Insya allah akan sangat bermanfaat baik bagi kehidupan saat ini ataupun di masa yang akan datang.

Yuk Subscribe!

Dapatkan artikel-artikel terbaru dari Mbak Lala langsung ke inbox kamu. Caranya cukup dengan isi kolom berikut dengan alamat email kamu yaach...

Bergabung dengan 5 pelanggan lain

18 Tanggapan

  1. Aku udah ada di tahap males ngebandingin hidupku sama orang lain. Hidupku ya hidupku, hidup mereka ya hidup mereka. Jadi udah males aja mikirin atau ngebandingin, udah capeeek. Malah pernah satu momen ya, aku tutup sosmed, hide semua story, saking aku pengen fokus sama hidupku aja. Gamau liat orang2 lain. (yaa meski ini ga bener juga)

    Aku berbenah diri, bukan karena pendapat orang. Tapi karena diri aku pribadi merasa perlu berbenah diri

    1. Betul nih, seharunys kita berbenah diri karena memang atas kesadaran diri sendiri setelah memang benar-benar mengenal diri sendiri.
      Sehingga bisa lebih bijaksana memilah mana pendapat yang membangun dan mana pendapat yang malah menjatuhkan atau tidak manfaat.
      Semangat yuk, bisa yukkk..berbenah diri atas inisiatif dari dalam diri sendiri buat jadi pribadi yang lebih baik.

  2. termasuk kalo mo posting sesuatu di medsos jd mikir2 posting gak yaaa..takutnya nti menyinggung orang lain, dikira sombong atau gimana gt,,,itu termasuk FOPO juga ya mba??

    1. Iya mbak, termasuk salah satu nya.
      Jadi nya ngebatesin banget kan, takut dikira yang enggak-enggak, akhir nya enggak jadi posting
      Padahal seharusnya posting aja, siapa tau melalui postingan kita ada orang-orang yang terinspirasi, termotivasi atau terhibur.
      Malah mendatangkan manfaat kan sebetulnya.

  3. Yang namanya FOPO berarti uda dari dulu yaa..
    Manusiawi banget sebenernya kalau orang takut dengan pendapat orang lain. Yang jadi pengendalian adalah diri sendiri.
    Nuhun untuk solusinya.

    Aku setuju untuk memahami diri sendiri, mengenal diri sendiri yang aku rasa tetep di koridor kewajaran yaa..
    Semoga ga FOPO yang gimana gimana ya… Bahagia menjadi versi terbaik diri sendiri.

  4. FOPO dampaknya ngeri banget ya dan bisa bikin manusia stress bahkan depresi. Apalagi di era media sosial yg serba terbuka.

    Jadi yaa belajar untuk cuek-bebek. Kalau lingkungannya toxic ya pindah aja atau blokir nomor/medsos orang tersebut.

  5. Iya takut penilaian orang lain ini sebenarnya menghambat kemajuan kita ya, mau melakukan apapun takut komentar buruk orang…harus dihilangkan nih sifat seperti ini dan lebih bodoh amat biar tentram

  6. Intinya memang belajar utk percaya diri dan jadi diri sendiri sih. Sebenernya memang harus dari kecil dilatih. Anak2′ kita biasakan utk punya pendapatnya sendiri, jadi ga semata didikte Ama ortunya.

    Biasakan juga memuji mereka , Krn itu bisa memupuk kepercayaan diri.

    Biasain anak2′ untuk mandiri. Krn toh suatu saat mereka akan sekolah jauh dari kita.

    Setelah semua itu dilakuin, insyaallah mereka tumbuh JD pribadi yg confident dan ga ragu memberi pendapatnya sndiri.

  7. Baru tahu istilah FOPO ini tapi kayaknya sering saya alami deh karena setiap mau posting sesuatu pasti mikir gimana reaksi orang2 nanti yang melihatnya, eh tapi gak sampai tahap terlalu khawatir gitu cuma ya cukup mengganggu juga sih.

    1. Toss, aku pun sama pernah mengalami. Tapi semakin kesini, di pikir-pikir, selama postingan kita niatan nya baik, sharing dan ada manfaat nya. Kenapa ga di post aja, siapa tau ada beberapa orang yang malah terinspirasi atau butuh akan info postingan kita, semangattt.

  8. baru tau ada istilahnya disebut FOPO.
    Kalau ketakutan akan opini orang lain, aku sendiri pernah melihat atau mungkin berprasangka hehehe, terutama sama temen aku
    kadang ada nih temen yang kita aja belum berkomentar tapi dia udah negative thinking duluan, padahal komennya diluar prediksi dia
    aku sendiri berusaha positiv thinking, memang ada kalanya aku berpikir “jangan jangan nih orang bakalan ngomong gini gitu”, ternyata enggak juga

  9. Bagus banget tipsnya mba, pastinya beberapa orang pasti pernah mengalami hal FOPO ini termasuk saya juga pernah mengalami hal ini, dan agar tidak semakin parah wajib banget untuk segera diobati, karena jika sudha berlebihan bisa buat stress juga

  10. Alhamdulillah dari kecil aku melihat orang sekitar aku bukan orang musingin omongan orang, jadinya kebawa deh… Prinsipnya, kalau ucapan itu ngga membangun diri kita, buat apa dipikirin.
    Tapi aku baru tau juga kalau ada istilahnya lho, aku taunya FOMO aja selama ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.