Kenali Karakter yang Berpotensi Melakukan KDRT

Akhir-akhir ini mbak Lala merasa miris sekaligus teriris sama pemberitaan terkait KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) Sangat banyak dan cukup meresahkan. Enggak habis pikir, kenapa tega melakukan KDRT, padahal saat akad pernikahan ada panduan kemudian tugas serta tanggung jawab yang di emban saat memutuskan menikah. Kasih sayang serta nasehat dari sebuah pernikahan, seakan sirna begitu saja di hantam gelombange emosi yang membutakan mata hati.

Terkadang suka merenung dan berpikir, apakah efek dari mental nya yang belum siap mengemban tugas dan tanggung jawab atau msmang sudah karakteristik dasar nya punya tempramen demikian buruk, sehingga mudah main tangan (kasar), ataupun menyerang secara verbal bahkan ada juga pelaku KDRT secara seksual.

Bentuk-bentuk KDRT secara detail yang tertuang dalam empat pasal UU PKDRT, sebagai berikut :

Kekerasan Fisik
Pada Pasal 6 UU PKDRT, kekerasan fisik dikategorikan sebagai salah satu bentuk KDRT. Kekerasan fisik yang dimaksud adalah perbuatan yang mengakibatkan rasa sakit, jatuh sakit, atau luka berat pada korban. Menyakitkan dan mengerikan, trauman nya juga enggak main-main bagi si korban.

Kekerasan Psikis
Pada Pasal 7 UU PKDRT, kekerasan psikis dikategorikan sebagai salah satu bentuk KDRT. Kekerasan psikis yang dimaksud pasal tersebut adalah perbuatan yang mengakibatkan ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya kemampuan untuk bertindak, rasa tidak berdaya, dan/atau penderitaan psikis berat pada korban. Banyak banget nih, pembunuhan karakter yang semakin mendalam membuat salah satu pasangan merasa sangat tertekan bahkan trauma.

Kekerasan Seksual
Pada Pasal 8 UU PKDRT, kekerasan seksual dikategorikan sebagai salah satu bentuk KDRT. Dalam pasal ini, terdapat dua jenis kekerasan seksual, yaitu : Pemaksaan hubungan seksual yang dilakukan terhadap orang yang menetap dalam lingkup rumah tangga. Pemaksaan hubungan seksual terhadap salah seorang dalam lingkup rumah tangganya dengan orang lain untuk tujuan komersial dan/atau tujuan tertentu.

Penelantaran Rumah Tangga
Dalam Pasal 9 UU PKDRT, kekerasan fisik dikategorikan sebagai salah satu bentuk KDRT. Terdapat dua poin yang dijabarkan dalam pasal 9 yang mengatur penelantaran rumah tangga sebagai KDRT, yakni.
Setiap orang dilarang menelantarkan orang dalam lingkup rumah tangganya, padahal menurut hukum yang berlaku baginya atau karena persetujuan atau perjanjian ia wajib memberikan kehidupan, perawatan, atau pemeliharaan kepada orang tersebut.

Penelantaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) juga berlaku bagi setiap orang yang mengakibatkan ketergantungan ekonomi dengan cara membatasi dan/atau melarang untuk bekerja yang layak di dalam atau di luar rumah sehingga korban berada di bawah kendali orang tersebut. (Pasal-pasal dan details nya di kutip dari CNBC Indonesia).

Jadi, secara awam bentuk-bentuk KDRT terbagi menjadi 4, yaitu : Kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual & Penelantaran rumah tangga. Keempat bentuk-bentuk KDRT tersebut tidak bisa kita tolelir ya.

Seperti di kutip juga dari laman berita Kompas.id Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk DKI Jakarta menangani 1.089 kasus dalam kurun Januari sampai Agustus 2023. Jumlahnya mendekati penanganan kasus sepanjang tahun 2022, yaitu 1.455 kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sangat mengerikan, bikin kita selaku pembaca heran serta kesal, kenapa ada pelaku KDRT yang begitu tega.

Mbak Lala berharap, siapapun yang mengalami KDRT jangan ragu dan mari berani bersuara, stop bungkam dengan ragam ketakutan dan stigma publik yang masih sering negatif. Karena, dampak negatif nya beruntun dan jadi seperti mata rantai, bahkan dalam sebuah rumah tangga yang sudah di karuniai anak, maka anak harus menyaksikkan orangtua yang terus-menerus menyiksa Ibu nya, atau sebaliknya. Tentu akan ada trauma dan hal-hal mengerikan lain nya, menghambat banyak hal baik yang semestinya terjadi pada anak. Belum lagi cara menangulangi trauma pada korban, terutama kondisi psikisnya. Jangan ragu minta bantuan psikolog untuk pemulihan, trauma efek KDRT pasti nya sangatlah berat untuk di tanggung sendirian.

Lalu, bagi orang terdekat, apabila ada keluarga atau teman yang mengalami KDRT (Kekerasan dalam Rumah Tangga) Tolong untuk lebih peduli, dengarkan dengan saksama, jangan menghakimi, kemudian coba lah tuntun korban ke lembaga terkait, kuatkan korban untuk memperjuangkan hak nya selaku manusia merdeka.

Kemudian muncul pertanyaan lagi gimana sih cara mengenali pelaku KDRT sebelum memutuskan menikah? Sebetulnya tanda-tanda orang tempramental secara berlebihan, itu sudah terlihat ketika masa pendekatan.

Walaupun tidak langsung terlihat jelas dan gamblang, coba deh saat dia berkendara dan menemukan banyak hal mengesalkan di jalan, gimana reaksi nya? Kalau marah-marah betlebihan, kesel banget, sampai banting barang atau mencaci-maki, hmmmp..sudah kelihatan sih dia tipikal terpramen. Biasa nya terlihat ada indikasi : manifulatif, mengekang, mengatur secara berlebihan, ada riwayat pernah selingkuh dan sangat posesif. Serta mudah marah ketika tertekan atau ada di situasi kurang nyaman. Bisa menjadi tanda-tanda atau istilah nya red flag yang mesti di cermati serta dengan tegas di cut off sebelum berlanjut ke jejang berikut nya.

Sifat dasar seseorang tidak akan mudah diubah, jangan pernah befikir ingin menjadi malaikat yang bisa mengubah karakter seseorang ya. Sungguh itu bukan tugas kita, karena tugas kita ialah untuk lebih menyayangi diri sendiri dan jangan terlalu bucin ( sebuah istilah anak jaman now, kepanjangan dari budak cinta). Jika kita bisa lebih rasional, balance menggunakan logika, semoga bisa lebih peka menangkap tanda-tanda atau bibit-bibit seseorang yang berpotensi melakukan KDRT di masa mendatang.

Seiring berjalan nya waktu, kita semua sering terpapar informasi, bisa konsultasi dengan ahli kemudian bisa belajar mengenali siapa yang akan kita dekati, sifat nya, karakter nya. Tidak ada orang yang bisa menggunakan topeng secara sempurna, kebusukan dan keburukan pasti akan terlihat, meski bentuk nya spoiler tolong jangan diabaikan ya.

Jika pun terjerat sama orang yang salah, kemudian mengalami KDRT tolong jangan enggan atau segan untuk melepaskan diri serta minta keadilan. Jangan takut di cap tidak bisa mempertahankan rumah tangga, karena yang sudah melakukan KDRT akan sulit untuk menyadari kesalahan serta memperbaiki. Seumur hidup itu amat lama, apalagi jika ada anak yang harus kena imbas dari ketidak harmonisan keluarga, sangat kasihan dan menyiksa batin nya.

So, stop KDRT dengan alasan atau alibi apapun. Semua berhak merasa aman dan nyaman dalam lingkungan keluarga nya. Semoga saja pelaku KDRT semakin sadar, mawas diri serta insyaf dan tidak melakukan tindakan tercela itu lagi apabila sudah keluar dari sel tahanan. Serta semoga kedepan nya kita semua saling peduli satu dengan yang lain terkait kejadian KDRT ataupun aduan KDRT. Semua pihak harus sama-sama beriringan menyetop KDRT.

Topik yang cukup berat untuk di bahas dan perlu konsentrasi banyak pihak buat menangulangi nya. Terutama bagaimana cara meyakinkan korban KDRT untuk berani berbicara, melaporkan dan memilih memutuskan lepas dari jeratan hubungan toxic yang amat menyiksa. Kemudian pemulihan dari trauma, meningkatkan rasa percaya diri untuk bisa survive setelah berpisah. Mudah-mudahan yang baca artikel ini tidak ada yang menjadi korban KDRT, semoga rumah tangga yang di bangun dan di jalin senantiasa rukun dan saling bahu-membahu satu sama lain serta berkomunikasi dengan benar.

Setelah pembahasan KDRT kira-kira Sobat Mbak Lala ingin bahas terkait topik apalagi nih? Jika ada ide dan saran boleh banget di sampaikan pada kolom komentar. Terima kasih sudah membaca artikel ini, semoga kita semua semakin peka terhadap tanda-tanda orang yang berpotensi melakukan KDRT, serta memahami cara mencegah dan menangulangi nya.

Self love, jadi salah satu kekuatan mendasar pada diri setiap orang. Kamu berharga dan kamu berhak hidup bahagia, jadi jangan biarkan KDRT merusak mental dan membuat kamu trauma mendalam. Segera lepaskan ikatan yang menyakitkan dan bertumbuhlah menjadi sosok yanh lebih menghargai diri sendiri, agar kelak bahagia menyapa dengan penuh ketulusan.

Yuk Subscribe!

Dapatkan artikel-artikel terbaru dari Mbak Lala langsung ke inbox kamu. Caranya cukup dengan isi kolom berikut dengan alamat email kamu yaach...

Bergabung dengan 5 pelanggan lain

20 Tanggapan

  1. Intinya: jangan bucin yaa tapi kenali karakter calon pasangan. Jangan sampe dapat yg red flag lalu susahh ke depannya.

    KDRT verbal jg nyakitin sih, bangettt.

  2. Pas pula lagi kejadian Amy VS Aden yang rebutan anak. Walaupun Amy selalu menegaskan ia gak pernah dapat kekerasan fisik, tapi batinnya babak belur. Memang susah, Aden yang suami dan bapak sempurna mendadak berubah karena ada pengaruh dari pihak luar. Ini yang mengerikan sekali dan pada akhirnya selain antisipasi, juga harus selalu minta perlindungan dariNya.

    Btw, KDRT bisa juga diterima pihak suami dari pihak istri. Dan ya, bentuk KDRT itu bermacam-macam ya, dari tekanan fisik hingga mental 🙁 bikin parno sama dunia pernikahan.

  3. paling ngeri kalo baca aneka macam kdrt lebih parahnya banyak kdrt psikis atau seksual yg terjadi tanpa terlihat klo kdrt fisik kan bisa jelas kita lihat tp kalo psikis kadang yang sering tersembunyi..memang semua kdrt mempunyai efek jangka panjang yang pasti sangat berpengaruh bagi korbannya
    semoga kita semua tidak akan mengalami kejadian spt ini

  4. aku kadang memperhatikan seseorang dari cara dia menanggapi masalah mbak
    seperti yang tadi disebut mbak lala, misalnya di jalan ada salah dikit,terus emosi ke orang lain, dari situ bisa ketebak juga karakter orang itu kayak gimana

    masih ada wanita diluaran sana yang nggak berani buat speak up mengenai KDRT yang dialami, takut ini itu lah.
    padahal si wanita berhak bahagia ya, mungkin takut sama “ancaman” yang bisa didapatkan

    1. Iya, mba kadang terlalu manipulatif juga lawannya jadi lebih ke ketakutan mungkin ya
      Semoga saja semakin banyak yang aware sama bahaya KDRT dan pelaku juga jera atau insyaf supaya ga nambah terus gitu korban KDRT nya, aamiin banget.

    1. KDRT memang seringnya yang jadi korban perempuan. Tapi di beberapa case ada juga laki-laki yang jadi korban. Intinya siapapun berpotensi, oleh karena itu kita harus lebih jeli saat memilih pasangan hidup. Walaupun kejelia kita tetap butuh pertolongan dan petunjuk dariNya juga. Semoga di jauhkan dari prilaku buruk tersebut ya😇.

  5. Aku pernah mengalami ini di pernikahan pertama mba. Dulu aku bodoh sih. Padahal tanda2nya udh ada dari kami pacaran. Tapi masih bucin, yg ada aku percaya Mulu dia bakal berubah. Pas pacaran sikapnya over posesif. Sampe2 kalo jalan Ama dia, aku hrs nunduk, ga boleh liat kiri kanan. Pernah sekali aku liat kiri kanan, dan dia menggila marah , bilang aku ngelirik cowo yg lewat di jalan …

    Tapi tetep aja aku maafin. Sampe akhirnya nikah. Aku kuliah di Penang kan, ini masalahnya udh lama diurus, dr sejak belum nikah. Jadi memang hrs berangkat.

    Tapi selama kami LDR, dia bikin aturan aku hrs angkat telp secepat mungkin dan jawab SMS segera.

    Pernah aku terlambat angkat telp, Krn waktu itu sedang ujian, dan hp ga boleh dibawa ke ruangan. Dia marahnya sampai maki kasar. Pertamakali dia ngucapin p*lacur ke aku, Krn katanya aku sedang dengan cowo lain.

    Udah capek sbnrnya waktu itu.. tapi aku bertahan. Sampe akhirnya dia salah kirim SMS, yg ternyata utk selingkuhan dia 🤣.

    Langsung kebuka mata saat itu. Aku JD sadar cowo gila begini ga worth it dipertahanin. Dia bilang dia selingkuh gara2 aku pergi. Dia kesepian. Dia butuh teman dan BLA BLA BLA …. Tipe orang yang ga bisa sadar Ama kesalahannya, egois.

    Aku LGS minta pengacara papa urus semua urusan divorce. Dah ga mau lagi mediasi apapun. Sekali aku tahu selingkuh, sampai kapanpun aku ga akan bisa percaya. Apalagi melihat karakter dia yg temperamental . Kata2 kasar juga termasuk kekerasan verbal.

    Bersyukur suami skr jauh sabar banget.

    Makanya buat temen2 yg mengalami hal begini, atau saat pacar kalian kasar, tlg lah langsung tinggalin. Ga usah berharap tipe begitu berubah. Krn mereka ga akan berubah…

    1. Peluk virtual mba Fann, maafkan aku membangkitkan kenangan pahit nya dan terima kasih banyak sudah berbesar hati bercerita lewat komentar.
      Pastinya sangat insightfull dan menjadi pembelajaran berharga.
      Semoga kedepannya kita menjadi lebih aware dan terus meminta perlindungan dariNya supaya terhindar dari pelaku KDRT dan tidak sungkan speak up serta menindak pelaku agar jera dan mendapatkan hukuman yang setimpal, karena memang trauma nya sangat berkepanjangan serta banyak dampak buruk bagi korban.

  6. Dari artikel mba Lala, aku jadi refleksi ke diriku sendiri.
    Aku pernah gak yaa.. marah banget sampai menyakiti orang lain?
    Karena memang KDRT itu adalah bentuk amarah yang gak tertahan namun sifatnya jadi destruktif ke orang lain. Ini buruk, tapi kalau itu yang pernah terjadi pada diri sendiri, kudu banyak-banyak introspeksi. Hiiks~

    Semoga Allah jadikan kita hamba yang senantiasa berproses dari waktu ke waktu untuk menjadi hamba yang baik dan memuliakan orang-orang di sekitarnya.

    1. Betul, refleksi diri dan introspeksi kemudian lebih memanusiakan manusia supaya jika ada sifat kasar dalam diri bisa mereda dengan penanganan yang benar dan semoga di jauhkan dari KDRT. Baik sebagai korban ataupun pelaku.

  7. KDRT ini banyak macamnya ya. Ternyata selama ini kita fokusnya ke KDRT fisik aja. Padahal jenis yang lainnya juga sama bahayanya. Efeknya buat korban sama-sama bisa menimbulkan trauma. Kudu banget diwaspadai. Gak hanya menimpa ke diri kita aja. Harus juga diwaspadai menimpa orang2 di sekitar kita. Meskipun gak mudah. Huhu aku sendiri merasakan itu. Aku tahu dengan KDRT yang dialami orang2 yang aku sayang. Tapi aku gak bisa berbuat banyak. Ada banyak hal yang dipertimbangkan yang kalo dilaporin justru membahayakan orang yang kamu sayang tadi. Selain jadi tempat nyaman untuk mereka curhat, yang bisa aku lakukan cuma mendoakannya.

    1. Kalau sudah mengarah ke mengancam gitu ada baiknya cari tim ahli buat proses secara hukum mba. Kita semua berharga dan berhak hidup nyaman tanpa di bayangi KDRT. Seumur hidup lama, kebayang gimana endingnya kalau kejebak di situasi tersebut.

  8. Seneng banget banyak yang bahas soal KDRT ini, karena secara tidak langsung makin banyak orang-orang yang teredukasi melalui sharing artikel seperti ini mba Lala, mengingat di sekitar kita semakin banyak kekerasan dalam rumah tangga, dan banyak orang yang belum berani speak up karena takut atau justru sebaliknya karena tidak ada dukungan dari orang sekitar padahal UU nya sudah sangat jelas

  9. Kalau sudah melakukan KDRT memang sudah tidak bisa dimaafkan lagi karena perilaku seperti ini akan berulang dan berulang terus itulah Kenapa memang perlu kita untuk mengenali potensi perilaku seperti ini ,terima kasih

    1. Betul kang, sebaiknya speak up dan lakukan tindakan pelaporan, supaya pelaku KDRT mendapatkan sangsi yang sesuai dan semoga saja kita semua terhindar dari pelaku KDRT dan tidak menjadi korban ya.

  10. Aku pernah ngga sengaja lihat KDRT, dua2nya temanku. Ngga nyangka juga kalau temenku (yg cowo) itu setega itu, secara pertemanan anaknya baik.
    Pas aku tanya alasan KDRTnya pun ngga masuk akal, hanya hal sepele yang bisa bikin tepok jidat deh. Temenku (yang cewe) sempat susah lepas dari si cowo karena dikejar terus. Akhirnya bukan cuma ganti nomor hape, tapi dia juga pindah kota beberapa kali demi menghilangkan jejak. Parah banget.
    Alhamdulillah dia skrng sudah survive…

  11. Duh, aku tidak bisa berkomentar atau kasih saran. Karena (amit2) tidak pernah dan jangan sampai berada dalam kondisi ini. Kadang, kita tidak bisa mengerti kalau belum mengalami atau kenal sama orang dekat yang kejadian seperti ini. Cuma bisa berharap, semoga kita2 bisa lebih cepat tahu jika ada keluarga/teman yang mengalami kejadian ini dan dapat membantu. Mungkin lewat yayasan atau semacamnya. Gak bisa sendirian saja, dan jangan sendirian saja. Semoga kita semua dijauhkan ya, amiiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.