Legacy dalam Literasi dan Pesan Kehidupan

Hi, kids.. semoga kita bertemu pada waktu yang tepat serta terbaik menurut sang pencipta. Sungguh, ada beragam persiapan yang saya lakukan untuk menyambut dan mem-bersamai kamu nantinya. Mem-perlajari ilmu parenting, memahami anak sesuai usia, pendekatan dengan cara yang tepat serta saya lagi tertarik sama satu kata yaitu : legacy. Kids, legacy jadi kata favorit saya saat ini lho. Bukan tanpa alasan, kata legacy memang menarik serta penuh makna, efek ikutan 30 hari bercerita di setiap bulan Januari, saya jadi cari tahu apa kata favorit di bulan ini dan ternyata kata favorit jatuh pada ‘legacy’.

Akan tetapi, kamu jangan salah kaprah ya kids. Legacy yang saya maksud di sini merupakan serangkaian cara, upaya serta sesuatu yang akan saya jadikan hadiah buat kamu kelak. Sesuatu yang bisa kamu manfaatkan dengan baik sepanjang usiamu nantinya. Jadi, bukan seberapa banyak harta yang akan saya berikan kepada kamu ya, kids. Melainkan hal-hal yang lebih bermanfaat dalam jangka waktu lebih panjang dan bisa berkesinambungan.

Kata legacy ini saya dapatkan dari tema ODOP ISB (Indonesian Social Blogpreneur) Komunitas blogger pertama yang saya ikuti, baru beberapa bulan join sih, akan tetapi saya makin termotivasi untuk menulis dan tema yang disediakan memang sangat uniq, menarik serta berpotensi jadi tema yang ciamik buat tulisan di blog kita lho. Melalui tema yang tersedia, saya juga jadi menyempatkan diri untuk membaca beberapa tulisan demi menunjang artikel yang akan saya buat. Tantangan nya seru banget, bikin dag-dig dug karena saat ini saya sering ngerjain pas malam hari tiba, setelah selesai pekerjaan.

Meskipun begitu, kita harus realistis dan tau legacy secara menyeluruh dalam dunia literasi serta penerapan pada kehidupan ataupun keseharian. Legacy ini tuh dalam banget makna nya, karena legacy bukan melulu perkara berapa banyak harta yang akan aku wariskan. Aku lebih ingin kamu mendapatkan banyak legacy berupa visi, pandangan, integritas, kemurahan hati, yang tentu nya sangat long term banget kan, kids.

Sedari umur 20-an, saya terbiasa menanam aneka pepohonan. Uniq nya, saya selalu berpikir “Semoga kelak anak ku bisa merasakan manisnya buah dari pohon yang ku tanam” Gumam saya dalam hati. Saat saya menulis beberapa buku antologi dan artikel, besar harapan saya bahwa anak saya kelak bisa menemukan dan membacanya sebagai sesuatu yang menghangatkan hati atau memberikan ia beberapa pembelajaran. Meski begitu saya juga tau kamu akan menganggap bahwa legacy adalah hal yang pernah saya upayakan di dunia dan akan saya wariskan kepada kamu, anakku (ahli waris).

Wajar jika menganggap legacy adalah hal yg pernah saya upayakan di dunia dan akan saya wariskan kepada kamu, anakku kelak, karena kehidupan di dunia memang akan diukur menjadi dua hal: apa yang dapat kita capai dengan kehidupan kita dan apa yang kita capai untuk di wariskan (legacy) Setelah kita berpulang ke rahmatullah atau tiada.

Legacy Literasi ala Lala

Sejak duduk di bangku sekolah hingga kuliah, saya memang hobi nulis dan bercerita lewat kata-kata. Banyak buku harian yang berisikan cerpen, puisi, pantun dan khayalan yang saya tuliskan. Sempat juga aktif di kepengurusan yang handle majalah dinding di sekolah. Bermain kata lewat tulisan merupakan sebuah hal menyenangkan sekaligus membuat saya mau membaca dan memahami setiap bacaan.

Belajar bahasa Indonesia memang harus terbiasa membaca cepat, memahami isi bacaan dan merangkum. Awalnya tidak mudah, namun jika dilakukan secara berkala, menjadi kebiasaan baik dan meningkatkan kemampuan memahami bacaan bahkan bisa membuat rangkuman menarik serta informatif. So, kids nanti jadilah orang yang suka membaca, baca buku apa aja. Saya awalnya sering baca buku non-fiksi kok, karena suka baca non-fiksi lama kelamaan malah suka baca apapun.

Hobi membaca tersebut, membuat saya mendapatkan banyak ide yang terus menerus bermunculan di kepala dan meronta minta di tuangkan kedalam tulisan. Oleh karena itu, sejak 2020 sampai dengan 2022, saya bisa meretaskan 6 buku antologi. Sayangnya 2023, sempat tertunda tidak berlanjut, semoga tahun 2024 bisa berlanjut, syukur-syukur nerbitin novel ya, aamiin.

Selain nulis 6 buku antologi, saya juga nulis artikel untuk kantor tempat saya bekerja kemudian blog pribadi dan beberapa platform menulis. Menyenangkan, kids saat kita bisa mempunyai waktu atau meluangkan waktu untuk menulis. Besar harapan dari tulisan yang kita muat, ada yang memberikan manfaat terhadap sesama, insya allah bonusnya pahala dan jadi salah satu ladang untuk amal jariyah.

Ada beberapa quotes menarik seputar menulis : “Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak”. – Ali bin Abi Thalib.

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”. – Pramoedya Ananta Toer.

Legacy Menanam Pohon

Semenjak masih berkuliah, saya sebenarnya hobi sama hal-hal yang beraroma alam. Salah satu kegiatan yang sering saya ikuti adalah menanam pohon (maafakan dokumentasi hilang). Baik menanam pohon bareng organisasi ataupun komunitas terntentu, saya suka banget ikutan.

Selain itu, di pekarangan rumah saya juga suka iseng nanem tanaman. Beberapa tanaman pohon besar dan selebihnya tanaman kecil. Saya memiliki harapan, semoga saya bisa menanam banyak pohon supaya di masa depan, dunia tetap rimbun dan terjaga. Selain itu saya suka banget pake tottebag kalau berbelanja dan bawa tumbler kalau bepergian, salah satu upaya jaga bumi. Selain itu rajin hapusin email serta mengumpulkan jelantah untuk di daur ulang sama tim-tim terkait.

Legacy Melalui Sikap

Selain kedua legacy di atas, saya juga selalu berusaha berpikiran jangka panjang dan merunut sebab-akibat dari sikap serta ucapan saya selaku seorang manusia. Ibarat nya gini “Kalau mau berbuat jahat, ingat diri sendiri deh. Semua bakalan kembali ke diri sendiri” Bikin berigidik kan. Sebuah pengingat yang sangat saya pegang teguh. Selain itu jalani hidup sesuai alur, enggak usah neko-neko, lurus aja supaya tidak terjerembab.

So, kids saya harap dari beberapa legacy yang berusaha saya siapkan dari sekarang semoga membuat pertemuan kita menjadi pertemuan penuh makna dan saya bisa membersamai kamu secara optimal serta mewariskan nilai-nilai dan hal-hal bermanfaat, membentuk kamu menjadi pribadi bijaksana dan mampu menyiapkan legacy terbaik bagi penerusmu kelak.

Tulisan ini saya tulis setelah mengerjakan beragam deadline, di temani teh hangat dan suara rintikan hujan. Januari 2024, hujan semakin rajin turun di kota Bogor.

Yuk Subscribe!

Dapatkan artikel-artikel terbaru dari Mbak Lala langsung ke inbox kamu. Caranya cukup dengan isi kolom berikut dengan alamat email kamu yaach...

Bergabung dengan 5 pelanggan lain

18 Tanggapan

  1. Dulu terngiang2 banget dengan kata legacy pas masih kerja di HSBC mba. Kebetulan waktu itu dari team marketing mempopulerkan istilah legacy, untuk para nasabah di iklan2nya.

    Tapi memang legacy bukan cuma harta. Segala sesuatu yg kita tinggalkan dlm bentuk ilmu, kebiasaan, atau hal2 berguna lainnya, bisa juga disebut legacy.

    Dan aku pun terpikir utk ninggalin kebiasaan baik ke anak2ku, yang nantinya bisa mereka anggap sebagai legacy berguna dari mami mereka.

    Setuju sih, ttg legacy sikap. Mungkin Krn umur yg udah segini, aku jadi lebih banyak mikirin , ada ga yaa sikapku yg mungkin menyinggung orang lain. Udah ga pengen lah utk nyakitin sesama, Krn aku selalu inget setiap kebaikan atau kejahatan, semua ada balasannya. Jangan sampe saat meninggal, Orang2 malah inget semua yg jelek2 ttg kita 😔

    1. Keren sekali mba, ternyata sempat berkarir di HSBC ya..
      Nah, salut banget sama pola pikir mba.. ingin ninggalin kebiasaan baik untuk anak-anak, semangat dan sehat-sehat serta dimudahkan dalam membersamai anak-anak..aamiin

      Betul banget mba.. mengingat kata legacy ini bikin kita lebih berhati-hati dalam bersikap dan bertindak, khawatir menyakiti orang lain atau menyinggung..
      Masya Allah banget ya, dalam hidup selalu banyak hal-hal yang bisa kita rem demi kebaikan bersama.

  2. Masyaallah, semoga kelak ahli waris mba membaca postingan ini. Sungguh aku terhharu pada sesiapa yang memang sejak awal sudah memikirkan bagaimana masa depan anak cucu kita nanti. Gak egois memikirkan kesenangan pribadi

  3. aku kalau membaca kata legacy, malah yang terlintas di kepalaku,legalitas, jauhh juga
    keren mbak Lala, legacy yang disiapkan bener bener bermanfaat buat sekitar, dari hobi yang ditekuni bisa memberikan insight bagi orang lain
    semoga di tahun 2024 ini, rencana buat ngelanjutin proyek buku solonya berjalan lancar ya mbak
    aku jadi inget sama cita citaku juga, nerbitin novel yang sempet berhenti lama, karena mikir ide ceritanya yang menurutku nemu jalan buntu ahahaha.
    padahal kalau ke toko buku, membaca novel orang lain, ide ceritanya simple dari kehidupan sehari-hari, tapi ramuannya beda, jadinya mereka bisa menyelesaikan novel dan nerbitin ke penerbit gede, sedangkan aku masih stuck aja di tempat

    1. Keren banget Mba, yukk semangatt lanjutin nulis novelnya dan segera terbitkan. Kalau sudah terbit tolong japri aku yaa, supaya aku juga bisa baca karya nya mba.. seneng deh kalau ada teman yang sekeren ini, punya rencana nerbitin buku.. gaskeun mba

  4. Iyaa Mbak Lala. Legacy tak selalu berupa harta / materi. Tapi juga hal2 lain seperti ilmu. Kalo ini sih ortu saya yg ajarin yaa, jadi anak2nya disuruh menuntut ilmu, bukan hanya diberi warisan/hibah harta.

    1. Setuju mba, menuntut ilmu tentu sangat penting.. dan menjadi legacy worth untuk masa depan serta keberlanjutan hidup.
      Setiap hari sejak kita lahir di dunia, tugas kita menuntut ilmu, baru terhenti apabila kitanya meninggal dunia.
      Jadi memang penting banget menuntut ilmu bagi tiap-tiap individu, semangattt

  5. Setiap orang pastinya punya Legacy yang bisa diturunkan kepada generasi selanjutnya, dan pastinya Legacy itu menjadi sesuatu yang bisa ditiru oleh generasi di masa yang akan datang. itulah Kenapa kita harus bisa meninggalkan Legacy yang bermanfaat supaya bisa dikenang dengan baik.

  6. Sama nih mbak
    Sebagai penulis, aku pun meninggalkan legacy dalam bentuk buku untuk anak anakku
    Aku baru menuliskan 2 buku solo dan 13 buku antologi
    Almost ceritanya tentang anak-ankku juga

  7. Legacy memang membuat kita punya visi misi ke depan yang akan meninggalkan kebaikan.
    Keren banget, mbak Lala. Aku jadi kepikiran, selama ini uda mulai merintis legacy apa untuk anak, keluarga dan lingkungan?

  8. Apapun legacy kita semoga bermanfaat bagi dunia ya mba Lala, sebagai blogger mungkin yang kentara yang bisa kita tinggalkan sebagai legacy adalah menulis, dan itu menyenangkan buat saya karena menulis dari hati dan semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan, btw soal menananm pohon sepertinya harus muali jadikan habit niy mba Lala, bagus ini untuk lingkungan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.