Privilege Sebuah Berkah atau Musibah?

Halo, apa kabar? Semoga dalam keadaan sehat dan bahagia, aamiin. Sobat, pasti sering banget dengar kata ‘Privilege‘ Sebagaian besar pasti udah paham banget arti dan penempatan nya. Nah, sedikit kita ulas kembali pengertian Privilege menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, menyebutkan kata privilege diserap dari Bahasa Inggris menjadi privilege yang memiliki arti hak istimewa. Ada apa nih sama hak istimewa, kok mbak Lala kasih judul ‘Privilege Sebuah Berkah atau Musibah?”. Supaya enggak bertanya-tanya simak artikel nya sampai selesai, sobat.

Secara mendetails privilege merupakan sebuah keistimewaan berupa akses atau keuntungan yang tidak diterima atau dimiliki oleh orang lain dalam kehidupan sosial secara umum. Privilege dapat didasarkan pada berbagai hal seperti jenis kelamin, agama, status sosial, tingkat pendidikan, seksualitas, usia dan lain sebagainya.

Contoh Privilege dalam Keseharian Kita

Privilege sebenarnya tidak selalu berhubungan dengan orang yang lebih kaya, lebih cantik atau lebih pintar. Privilege dapat muncul dalam berbagai bentuk. Salah satu contoh sederhana :

Orang yang berbadan sehat bisa membuat rencana untuk mengunjungi sebuah tempat baru tanpa memedulikan bagaimana kondisi jalanan ke sana atau apakah bangunan tersebut dilengkapi dengan lift atau tidak.
Anak yang memiliki orang tua melek pendidikan dan paham bahwa pendidikan penting, akan mengutamakan pendidikan terbaik bagi anak nya.

Sebetul nya secara objektif, privilege tidak melulu soal akses fasilitas mewah ataupun uang yang banyak, sebab semuanya perkara kerelatifan dan cukup kompleks. Selain bentuk privilege dari segi harta kekayaan, ada juga yang disebut sebagai white privilege. Hadirnya istilah ini tidak lepas dari produk yang dihasikan oleh white supremacy. White privilege merupakan hak istimewa yang diterima oleh orang kulit putih.

Dengan keistimewaan tersebut membuat mereka mudah mendapatkan apapun tanpa usaha yang lebih. Sebenarnya cara memanfaatkan sebuah privilege itu bisa di bilang agak mudah bahkan sulit, tergantung bagaimana cara Pandang kita sebagai manusia yang mempunyai ataupun menyadari punya privilege part mana?

Nah, ada tips nya dengan mengetahui apa privilege yang kita miliki dan tidak menyia-nyia kan privilege tersebut atau bisa dibilang memaksimalkan sebuah privilege. Misalnya, kita mempunyai orang tua yang cukup supportive dibandingkan dengan keluarga lainnya. Kita dapat memanfaatkan hal tersebut untuk mengembangkan diri kita sendiri menjadi manusia yang berkualitas dan sukses karena sebuah “Privilege” yang kita miliki yatu orang tua yang supportive tidak dimiliki setiap anak.

Sisi Positif Privilege
Secara umum, saat ini privilege dianggap sebagai sesuatu yang berkonotasi negatif. Padahal privilege sebenarnya dimiliki oleh semua orang. Hanya saja bentuk dan porsinya tidak sama. Lalu bagaimana seseorang yang punya privilege dapat memanfaatkannya dengan cara yang positif?

Saat seseorang mengakui memiliki privilege, mereka bisa memanfaatkan hak istimewa tersebut untuk menghadapi diskriminasi sosial dan institusional yang mungkin akan dihadapi oleh orang-orang di sekitar mereka. Beberapa cara yang bisa sobat lakukan melalui privilege yang sobat miliki yaitu dengan melakukan percakapan yang berani dengan anggota keluarga atau teman-temanmu terkait diskriminasi di sekitar atau dengan memberikan dukungan bagi orang-orang tanpa privilege yang sama.

Misal, sobat juga bisa menggunakan teknik intervensi pengamat untuk mendukung seseorang yang dilecehkan karena mereka tidak punya privilege seperti yang orang tersebut miliki.

Sisi Negatif Privilege
Seperti sebuah mata pisau, privilege juga memiliki dua sisi, ada sisi positif dan ada sisi negatif. Dimana Privilege memainkan peran yang sangat penting dalam menentukan siapa yang memiliki kekuatan dan pengaruh sosial dalam komunitas kita. Ras, jenis kelamin, status keuangan, pendidikan dan latar belakang budaya kita dapat menentukan tingkat pengaruh dalam kelompok ataupun komunitas kita.

Akan tetapi sekali lagi, privilege bukanlah sesuatu yang buruk. Itu semua tergantung pada bagaimana cara kita menggunakan nya. Makanya privilege bisa menjadi anugerah saat kita mampu memanfaatkan secara positif, namun bisa juga berubah jadi malapetaka ataupun musibah jika kita mengedepankan sikap serta sifat angkuh dalam menyandang privilege yang di miliki.

Secara sederhana, privilege bisa menjadi sumber musibah dan malapetaka ketika aku/kamu/kita menggunakan privilege yang di miliki untuk menyingkirkan atau merugikan orang yang tidak punya privilege, tentu sangat merugikan pihak lain dan sangat tidak etis. Seperti apa contohnya?

Si F merupakan seorang calon karyawan yang akan melamar di perusahaan milik kakak nya sendiri, karena posisinya sebagai anak adik kandung pemilik perusahaan (dan ini adalah privilege-nya), dia bisa dengan mudah dan menyingkirkan H yang memiliki nilai tes lebih tinggi. Disini lah privilege disalah gunakan secara tidak bertanggung jawab, karena seharusnya jika H memiliki nilai test lebih tinggi maka H yang seharus nya di terima, agak nyerempet ke KKN juga nih.

So, buat yang merasa memiliki privilege, tolong gunakan secara bijaksana dan benar, jangan tergiur buat menggunakan privilege untuk keuntungan pribadi dan merugikan orang lain. Ingat ya, kita hidup di dunia sementara, tidak ada yang kekal dan abadi namun semua yang kita lakukan akan di mintai pertanggung jawaban, ini berat lho enggak main-main.

Kemudian, buat yang merasa minder dan enggak tau apa sih privilege yang dimiliki coba di telaah lagi. Pasti setiap dari kita ada privilege, tinggal coba di amati dan cermati dengan baik. karena sejati nya setiap orang punya privilege dan harus bisa mencari tahu apa privilege aku/kamu/kita dan bagaimana sobat memanfaatkan nya untuk tujuan yang positif. Tidak hanya bagi diri sendiri, tapi juga orang-orang di sekeliling. Mbak Lala menulis terkait privilege berdasarkan sumber dari KBBI, Noice & artikel berita di beberapa media.

Yuk Subscribe!

Dapatkan artikel-artikel terbaru dari Mbak Lala langsung ke inbox kamu. Caranya cukup dengan isi kolom berikut dengan alamat email kamu yaach...

Bergabung dengan 5 pelanggan lain

15 Tanggapan

  1. Aku sendiri harus mengakui merasakan beberapa priviledge itu. Misalnya, dulu pas masih SD, kalau butuh cap masjid buat buku laporan kegiatan Ramadan, tinggal stempel sendiri karena bokap salah satu pengurus masjid hwhwhw.

    Harus diakui priveledge ini enak, cuma kalau udah terlalu melenakan jadinya bahaya. Dulu pas kerja jadi teller di bank, nemuin nasabah prioritas yang punya pelakuan khusus keliatan, ada yang memanfaatkan perlakuan itu dengan bijak, misalnya pas disuruh bebas antrean malah milih tetap antre karena gak enak sama nasabah lain, tapi ada juga, tangan kanan bos prioritas, si kroco malah kelakuannya lebih bossy ketimbang bosnya sendiri. Yang kayak gini sungguh menyebalkan.

  2. Privilegeku adalah keluarga yg utuh dan berasal dari kalangan menengah. Ehh dulu pernah dituduh manfaatin privilege karena bisa kuliah di salah satu PTN. Karena mamaku ngajar di sana. Padahal enggak lho, murni usaha sendiri.

  3. selama kita bisa memanfaatkan privilege dengan baik dan nggak menyingkirkan orang lain, sah aja ya
    ya bener kata mba lala, kalau kita tes dan saingan sama anak pemilik perusahaan, kesannya gimana gitu ya. Kayak nggak adil aja dunia ini
    Privilege mungkin bisa dimanfaatkan kalau misalnya kita ingin terjun ke dunia bisnis, dan bapak misalnya punya banyak relasi ke petinggi petinggi, tapi tetep kitanya usaha sendiri buat dealing sama pihak tertentu

  4. Privilege itu pasti ada, meski porsinya tiap manusia beda-beda. Toh, garis start tiap manusia itu tidaklah sama, pun begitu juga dengan garis finishnya. Kita semua punya privilege-nya masing-masing, tinggal gimana kita bisa mensyukuri dan memaksimalkannya.

    Yyang ga fair, itu menurutku kalo orang punya privile tertentu, sok-sokan menginspirasi ke temen-temen lain yang sudah jelas-jelas ga punya privilege yang serupa.

  5. pada dasarnya setiap imdividu oasti memiliki privilage yang kadag tidak kita sadari…
    dengan privilage yang kita miliki diharapkan kita mengoptimalkan dalam konteks yang positif dan tidak menyalahgunakannya

  6. emang ya privilege !tu nggak terbatas dari kemewahan dan kecantikan karena pada satu sisi cantik kayak model itu aja juga bisa menjadi satu musibah dalam sisi lain yang dilihat orang2 sebagai salah satu bentuk privilege, di mana kebiasaan yg kita temukan target dari muka model tuh adalah jenis muka yang dilirik muka tegas selain postur yg tinggi , atau muka sombong bahasa sederhananya, karena konsep yang diusung oleh model itu adalah pakaian sehingga tidak boleh terlalu menampakan wajah dengan ekspresi ramah makanya nggak ada model yang senyum tapi ketika ini dipraktekkan dalam keseharian orang-orang yang mempunyai wajah judes sekalipun cantik pasti akan dicap sombong dan sejenisnya artinya sebelum ngomong aja sudah diprasangkain yang jelek, kalau gk senyum bengong pasti udah di pelototin padahal emang jenis wajah judes.

  7. Privilage akan menjadi berkah ketika kita bisa menggunakannya dengan bijak hak istimewa tersebut dan pastinya tidak mergikan pihak lain atau bahkan sampai menjatuhkan pihak lain. Dan privilage itu banyak jenisnya dan pastinya setiap orang punya privilage masing-masing dengan kapasitas masing-masing juga, manfaatkan untuk membuat kita sukses dan bermanfaat bagi banyak orang

  8. Waktu saya kecil belum kenal sih ya dengan istilah priviledge ini, tapi inget banget kalau saya sadar saya punya “kelebihan” dibandingkan orang lain adalah waktu berkunjung ke kampungnya Mbah di Walikukun, Jawa Timur, di sana orang-orang heran ngeliat saya dan adik-adik saya. Nggak tau kenapa yaa, sampai ada warga yang nanya, “Dek, udah pernah liat ayam belum?” lalu dia ngajak saya ke rumahnya buat ngeliat ayam. Haha.. Ya Allah dikira kami yang dari kota ini nggak pernah liat ayam hidup, pernahnya makan doang. Hehe..

  9. Previllage klo orangnya berhak sah² aja sih menurutku. Misal krn si A berprestasi, berjasa, atau krn punya jabatan tertentu. Ini merupakan berkah, tp dengan catatan untuk dirinya sendiri. Cuma klo udh bawa keluarga, temen, atau kolega untuk ikut menikmati previllage si A tersebut, jadinya KKN yaa

  10. Privilege itu yaa gimana ya, memang jaya mata pisau. Tapi kadang kondisi itu gak bisa dihindari. Pengen juga kalau mau ngapain2 gak mengandalkan privilege cuma kan kadang ya gimana bukan maunya kita jg berada di posisi itu, masa iya nyalahin keadaan, kitanya yg harus adaptasi supaya dapat sisi positifnya aja

  11. Selama ini aku memandang privilege dari sisi positif.
    Karena gak semua orang juga bisa memanfaatkannya secara bijak.
    Selagi masih dalam batas wajar dan yah, tidak merugikan orang lain, gapapa menggunakan privilege dalam hidup. Means itu satu pintu kesempatan yang diberikan tanpa effort lebih seperti orang tanpa privilege.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.