Seringnya yang mendadak itu malah jadi dan plot twist nya seru diluar ekspektasi bahkan saya punya kesan mendalam, serasa sedang berkunjung ke rumah nenek.
Begitulah yang saya alami ketika memutuskan untuk dadakan pergi ke Bumi Semboja Bogor. Sebuah pengalaman berkesan sekali pastinya nggak nyangka bisa terasa seperti berkunjung ke rumah nenek.
Setelah melalui keribetan birokrasi mengurus sebuah berkas pelengkap, syukurnya saya dipertemukan dengan petugas berdedikasi tinggi dan beneran ngebantu.
Finish, lega kemudian mau kasih perayaan kecil-kecilan karena hampir semingguan fokus bolak balik dari satu pelayanan publik ke lainnya. Lumayan menguras isi dompet dan waktu 🤣. Jadi, setelah selesai semua saya mau refresh sejenak. Bahasa cinta buat diri sendiri ya jalan atau jajan. Kali ini mau kulineran di tempat unik, tapi nggak mau punya ekspektasi berlebihan karena takutnya nggak sesuai harapan.
Serasa Berkunjung ke Rumah Nenek Konglomerat
Ketika saya cek maps rupanya jarak dari tempat saya urus berkas ke Bumi Semboja Bogor lumayan dekat. Pesan ojek online dan meluncur. Tempatnya bukan di area jalan utama, melainkan masuk ke sebuah lokasi perumahan namun jalan nya besar dan memang masuk mobil juga.

Pertama memasuki area, langsung nyeletuk “berasa kayak berkunjung ke rumah nenek versi konglomerat”. Area parkir tidak begitu luas, cukup buat sekitar 6-7 motor. Jadi sebaiknya kalau kesini naik kendaraan umum saja, dari stasiun Bogor pun akan mudah kalau pakai ojek online atau mobil online.
Kenapa bilang serasa berkunjung ke rumah nenek konglomerat? Jadi di setiap ruangan kayak punya tema berbeda dan dilengkapi sama benda-benda antik juga. Mulai dari aneka vas, guci, patung, lukisan.

Ambience setiap ruangan itu beda-beda, bahkan sofa jadul pun hampir ada di setiap ruangan. Usut punya usut ternyata Bumi Semboja Bogor, merupakan tempat sarapan terbilang lumayan baru dengan tempat di rumah Belanda yang telah berdiri sedari 1918 dan cukup dekat dengan stasiun Bogor.
Konsep Restoran Bumi Semboja Bogor
Secara keseluruhan restoran rumahan Bumi Semboja Bogor berkonsep tradisional & semi modern. Bisa terasa pas masuk area makan. Banyak ruangan seperti yang saya bilang sebelumnya.
Kemudian tersedia makanan Nusantara seperti: ikan pesmol, botok daging, soto kikil, hingga Bubur Lintas Negara (bubur ala China & dimodifikasi topping khas Jepang). Untuk dessert ada aneka silky puding dan minuman mulai dari kopi Vietnam hingga iced Korean berry milk serta beberapa menu minuman modern yang menarik untuk dicoba.
Staf Ramah Banget & Antar ke Meja Pilihan
Salutnya, sedari saya sampai ke lokasi langsung disambut dengan ramah oleh staf terkait. Kemudian “kakak, boleh pilih mau duduk di ruangan mana” Takjub sih saya dengan pelayanannya.
Setelah melihat beberapa ruangan, saya pilih duduk di ruangan dengan kursi berwarna biru. Terdapat beberapa rajutan yang dipajang menjadi lukisan dan ada satu meja serta area duduk lesehan, dihias sama beberapa vas bunga anggrek.

Lampu-lampu di setiap ruangan mengingatkan saya pada rumah-rumah tempo dulu. Memang terasa agak temaram, tapi tetap cantik dan syahdu. Di depan ruangan, ada ruangan bercat kuning menyala dan terdapat beberapa patung. Kemudian keluar dari situ ketemu area halaman. Di area halaman terdapat tempat meracik kopi serta ada beberapa meja dan tempat duduk. Kebayang misal gerimis turun, bakalan super syahdu banget.


Langsung Memesan Makanan & Minuman
Nah, setelah duduk nyaman saya langsung memesan makanan dan minuman. Jujur agak kalap sih, secara menu-menu nya saya suka semua nih. Apalagi pas tau ada Ubi Creme Brulee maka saya pilih yang with butter biar rasanya makin kaya. Lalu pilih setengah porsi bubur lintas negara (karena rekomendasi dari staf) rasa ayam, soalnya badan lagi nggak oke misal pesan udang khawatir ada alergi musiman kambuh.
Lalu pilih kopi Vietnam drip yang hot serta Iced Korean Berry Milk. Beuhhh sendirian tapi mesennya sampe empat menu ya. Saya sih mikirnya, mau nulis artikel sambil menikmati suasana jadi sekalian aja beli makan agak banyak. Kebetulan saya datangnya tuh masih jam sepuluh pagi. Ada sekitar 2 meja terisi sama pelanggan lain, di area halaman dan di sebuah ruangan.
Saya izin ke staf buat video dan foto area. Sebetulnya tanpa izin sudah pasti boleh, cuma saya lebih senang bilang dulu. Biar lebih leluasa juga saat ngetake.

Pertama datang ubi creme brulee with butter, masih hot banget dan aku langsung pecahkan bagian atas sama sendok ala Korea. Tuk, lumerrrr beuh ini nih sensasi nya tuh ciamik sangat. Saya coba, suapan pertama beuh rasanya komplit banget ada rasa: gurih, manis ubi dan semua berpadu menjadi satu. Fix aku memang suka ubi dan mau diolah kayak apapun tetap nikmat. Apalagi dikasih satu strawberry fresh, jadi bisa makan bareng ubi kasih sensasi segar. Mungkin buat yang nggak butter bisa juga pesan ubi creme tanpa butter.
Lalu datang kopi Vietnam drip mixed (hot). Beneran menunggu kopi turun perlahan ke gelas, dan aroma kopi menyeruak membuat saya bersemangat menantikan kopi tertuang sempurna ke gelas. Lalu datang bubur lintas negara rasa ayam, toppingnya banyak banget. Ada rumput laut kering juga lho. Terus tipe bubur kental dan ketika saya coba, ya ampun gurih dan kaya sama rasa. Bukan lebay, beneran perpaduan enak dan masih hangat juga kan.

Nah, terakhir datanglah iced Korean Berry milk. Tampilannya cantik perpaduan merah dan putih. Pas di aduk jadi ngepink soft. Ternyata di bagian dasar terdapat berry yang sudah di nyemek serta ada juga potongan strawberry fresh.
Pas dicoba alhamdulillah nggak kemanisan, potongan strawberry beneran bikin seimbang. Es nya pun tidak terlalu banyak jadinya beneran oke lah. Pakai gelas lurus yang lumayan besar juga.

Lanjut buka laptop deh, sambil nunggu kopi larut 100% kedalam gelas. Paragraf pertama kelar dan alhamdulillah kopi sudah larut 100%. Maka langsung ku aduk dan seruput perlahan. Dominan sama pahit khas kopi, lumayan serius keberadaan kopi terhighlight. Setiap ngopi, suka agak worry nanti malam bisa tidur apa nggak. Tapi entah kenapa kopi tertentu bikin saya penasaran dan tetap coba aja. Urusan malam bisa saya akali dengan yoga, begitulah hahahaha.
Ternyata Hampir Dua Jam Betah di Bumi Semboja
Pas lihat jam, yaampun sebegitu betahnya saya makan minum di Bumi Semboja hampir dua jam berlalu begitu saja. Bahkan dua buah artikel terlahir, sungguh indah dan bikin betah. Mungkin karena saat itu hari jum’at pengunjung tidak membludak.
Saya ke Bumi Semboja Bogor 31 Januari 2025, tepatnya hari jum’at. Setelah memastikan semua makanan dan minuman habis. Lalu saya ambil beberapa take foto dan video kemudian menghampiri kasir untuk membayar makanan dan minuman yang sudah dipesan.
Uraian harganya begini: Ubi creme brulee with butter Rp33.000,- ½ bubur lintas negara ayam Rp21.000,- Iced Korean Berry milk Rp27.000,- dan (Hot) Kopi Vietnam drip mixed Rp22.000,- kena biaya layanan Rp500,- dan total yang saya keluarkan Rp103.500,- ada kotak tips dekat kasir, kalau bisa diisi ya lumayan buat para staf terkait nambah-nambah penghasilan.
Untuk keempat menu yang saya pilih rasanya worth it apalagi kenyamanan tempat hingga saya bisa kerjain 2 artikel. Kebetulan tersedia WiFi juga, jadi memudahkan sekali misal mau ngemil sambil kerja. Makanan berat juga banyak lho. Kalau misal mau makan siang pun boleh dicoba.


Misal ditanya, mau balik lagi kesana atau nggak. Saya akan bilang bakalan datang lagi. Mau coba menu lainnya dan menikmati suasana syahdu. Area depan terdapat bunga gerbang warna putih. Rumah lama yang bikin enjoy dengan makanan ciamik memanjakan lidah. Bikin mood sukses meningkat.
Penutup
Sesuatu yang mendadak dan tidak direncanakan dengan matang, bisa kasih plot twist beragam. Alhamdulillah pengalaman makan di Bumi Semboja Bogor kasih kesan baik sekali.
Baik dari sisi lokasi, tempat, ruangan tersedia, menu makanan hingga staf yang ramah dan membantu saya pilih pesanan berdasarkan menu terlaris yaitu ubi dan bubur lintas Negara.

Sudah ada beberapa teman yang mengajak saya buat balik lagi ke Bumi Semboja Bogor, namun belum ada waktu yang pas. Jadi saya sangat menantikan momen pas untuk kembali menikmati makanan dan minuman di sana serta suasana yang khas. Serasa jadi cucu konglomerat, disambut hangat pula sama staf.
Semoga saja kuliner di kota Bogor tercinta makin inovatif dan maju pesat, membuat para pelancong happy. Tentunya ada banyak poin plus yang saya rasakan saat berkunjung pertama ke Bumi Semboja Bogor, syahdu serta nyaman. Sejenak melambat dan lupa kalau saya tinggal di kota seribu angkot hehehe. Lagu yang diputar pun enak didengar dan tidak ganggu pendengaran.

Alamat lengkap Bumi Semboja Bogor: Jl. Semboja No.10, Kebon Kelapa., Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16125. Kalau dari stasiun Bogor bisa keluar pintu arah Alun-alun dan lanjut menyebrang jalan lalu pesan ojek atau mobil online. Enaknya sih hari biasa dan sebelum jam makan siang. Misalnya mau weekend, pilihlah di tanggal tanggung bulan jadi jalanan tidak terlalu macetos.
Terima kasih ya manteman sudah berkenan meluangkan waktu berharganya buat baca artikel sederhana terkait pengalaman kulineran dadakan yang bikin saya terkesan. Sampai bertemu di artikel berikutnya. Have a great day.






saya setuju sekali, Mbak Lala. Justru kalau dadakan, jalan-jalannya malah jadi seru. kalau direncanakan malah ga jadi hehehe.
Dan dari foto-fotonya, Bumi Semboja bogor ini memang nyaman dan menyenangkan ya. Benar-benar serasa di rumah nenek. terbukti saking nyamannya, Mbak lala betah sampai 2 jam dan bahkan berhasil menulis 2 artikel. nanti bisa dicoba ke sana nih. Apalagi dari stasiun Bogor juga dekat bisa naik ojek.
Betul banget, kalau jarak dekat dadakan emang seru seru aja.
Agendakan lah mampir ke Bumi Semboja, mana tau ada menu favorit dan misal mau sambil nulis pastilah bisa nyaman.
Kota Bogor emang kulinernya menggugah selera ya. Selain deretan Surken ternyata ada lagi tempat menarik bernama Bumi Semboja ini. Sekilas memang vibesnya kaya lagi maen ke rumah nenek. Mana setiap ruangannya seperti masuk rumah, ruang tamu, ruang tengah, ruang makan, dll
Menu-menunya menarik, apalagi ubinya. Dulu pernah lihat di mana gitu ubi creme brulee with butter, kayaknya enaaakkk banget. Ternyata di Bumi Semboja ada.
Kukira dengan menu semacam itu bakal mahal tapi ternyata masih terjangkau ya. Semoga ada kesempatan lagi ke Bogor dan mampir ke Bumi Semboja.
Dari luar kayak rumah aja ya. Dalemnya ternyata memang konsepnya homey… pantes betah berlama-lama duduk disitu mbak, tiati ketiduran :)). Tapi makanannya kurang nendang nih yg mbak Lala pilih, apalagi tuk makan siang hehe.. Tapi ubi creme brulle-nya menggoda tuh penampakannya..
Aku belum nyoba menu makanan berat sih mba 🙂.
Menu yang kucoba 4 jenis. Kopi, minuman segar, bubur dan Ubi. Udah menyengangkan sih mba itu banyak kalau dimakan seorang doang.
Memberi hadiah pada diri yang sudah hebat berjibaku dengan tuntutan itu satu cinta pada hidup, senang banget dikau sudah paham atas itu.
Aku seh bakal random banget datang sendiri kesana karena tulisanmu ini, apalagi bisa berlama-lama disana, penasaran banget sama si Bubur Lintas Negara (bubur ala China & dimodifikasi topping khas Jepang) kek apa rasanya. Belum lagi itu ubi creme brulee with butter, oh tidaaak itu super favorite banget.
Dari luar kayak berada di rumah sendiri. Eh pas lihat dalamnya beneran kayak rumah di rumah sendiri. Apalagi sofanya itu, seperti di ruang tamu ya hehe.
Menu yang dipilih terbilang enak, dengan harga yang sohib di kantong ya. Jadinya bener-bener temen buat me time ataupun buat menyelesaikan tugas di sana. Kalau misalnya pas di sana lagi gerimis rintik, wiih kebayang dah jadi healing banget, dan bisa sekalian take konten video pula
Perumpamanannya unik, serasa ke rumah nenek konglomerat. wkwk. tapi memang bener banget, liat dari halaman depan nggak seperti tempat makan dan kayak rumah normal pada umumnya, ternyata dalamnya disulap menjadi area makan dengan nuansa vintage yang khas seperti di rumah nenek. Ditambah makanan dan kesan baik selama di sana, worth to write sekali..
Iya nenek konglomerat pada zaman dulu, soalnya perabotan sama sofa nya sih 😆. Dan memang ini merupakan rumah jadul yang masih terawat serta dimanfaatkan buat di jadikan resto nyaman.
Wahh iya nuansanya vintage, jadi berasa masuk rumah nenek (tapi gak ada neneknya). Paling penasaran ama ubi brulee (belum pernah coba) kok kayaknya enakk. Apalagi ada butter dan strawberry-nya.
Ngafe produktif yaa Mbak.
Iya bener, jadi keinget tempat makan di Blok M Jakarta yang staf nya itu para lansia. Mungkin next aku mesti mampirin nih.b
Wah, ini mah gak kayak mau nongkrong. Ini kayak sedang berkunjung ke rumah oma and said, “Gran, aku nebeng wifi ya… kalau ada cemilan boleh juga ” (terus ditabok sama omanya). Beneran rumahan banget… Bisa-bisa aku keenakan di sini dan males pulang.
Asli sih, liat tempatnya bener-bener homey banget, sesuai sama yang mbak lala deskripsikan. Tadinya kukira cuma ada bagian luarnya aja, eeeeh ternyata ada bagian dalam dan ruang tamu juga. makin mantap lah ini sih.
Tapi meski begitu, dari menunya tetep kekinian ya mbak, dan fasilitasnya juga cukup lengkap. seperti babychair gitu pun dia niat buat sediain. keren
Mauuuuuu bangettttt cobain makan siniii mba 😍😍😍😍. Duuuh liat tempatnya udh tertarik. Belum lagi pas bayangin aneka menu yg mba Lala pesan.
Ubi brulee itu kebayang sih uenaaak bangetttt ❤️❤️❤️. Aku pun suka ubi. Ditambah pakai cream yg gurih, pasti nyatu dan bikin rasa lebih kaya.
Kalo bubur Chinese , rata2 pasti cocok Ama selera. Apalagi bubur Chinese itu udh gurih sedia kala, ga perlu pake kecap dkk. Makanya aku LBH suka bubur Chinese drpd bubur lokal.
Nanti ah, hrs cobain kesini 😍😍😍. Bogor memang ga pernah bosenin ya mba utk wiskulan.
Aku langsung cari Instagramnya dan follow, siapa tau kalau lagi ke Bogor bisa mampir… Harga menunya juga ramah kantong, nyenengin banget…
Eyaampun iya ya, ini mah kayak di rumah gitu. Pasnya memang rumah nenek. Bisa makan di ruang mana aja gitu. Huhuhu, aku jadi kangen rumah nenek juga. Mirip-mirip begini vibesnya. Tapi walopun gitu, kalo jam makan besar, kudu makan di ruang makan, atau di belakang rumah, di bangku besar gitu barengan. Seru sama sepupu-sepupu. Makan sama apapun rasanya enak. Pengen deh bisa ke tempat makan yang vibesnya kayak gitu juga. Rumah nenek udah gak ada. 🙁
Sekarang keknya makin banyak rumah makan yang mengambil konsep homey ya mbak. Tidak perlu capek mendekor ulang bangunan tetapi dibiarkan apa adanya yawda kek rumah nenek gitu, rumah jadul, tetapi tetep nyaman. Apalagi kalau di Bogor lokasinya, vibesnya pastinya nyaman sekali ya. Wow mbak dirimu pesen 4 menu mayan banyak, makan sendirian tu? lain kali ajak2 aku biar aku bantu habisin hehehe #ngarep mode on 😀
Beneran gak mengubah interior sama sekali yaa..
Suka banget sama Bumi Semboja Bogor yang memberikan service pada pelanggan untuk bisa memilih tempat yang nyaman untuk makan. Kadang, perlu banget tuh sofa buat sekedar meluruskan punggung yang pegel-pegel.
Ubi-nya so yummiii..
Dengan lelehan butter nya.. gurih gitu pasti rasanya yaa…
Kuliner Bogor beragam banget ya nggak habis buat diulas, kalau bingung aku main ke blog Lala saja cari rekomemdasi kuliner Bogor, Lala ada saja nemu tempat makan unik hihi..bintangin ah…makasih Lala..
Bumi Semboja Bogor, noted!
Pengin bangeeettt naik KRL dari Tangsel trus cuss ke Bogor,
mau ajak ponakan2 buat kulineran di sini.
itu ubi brulee-nya aduhaaaaiiiii
aromanya nyampe sini, hahahaha.
niqmat beudss bisa menyesap vibes adem kayak begini
Lemari yang digunakan mirip sama lemari di rumah nenekku dulu
Antik dan sudah laku terjual sebelum saya masuk kuliah dulu
Intinya kalau menemukan tempat yang bisa mengenang masih sekolah tuh surga
Apalagi kalau makanannya juga enak
Unik banget ya konsep restoran Bumi Semboja Bogor ini, nggak cuma menghadirkan nuansa tradisional tapi kita juga ada semi modernnya. Kelihatan nyaman banget, pantes Mbaknya betah nongkrong di sana. Mana menu-menunya juga enak-enak. Berasa pengen juga mampir deh ke sini. Coba deket.
Sering terjadi memang ya mbak, yang dadakan biasanya malah jadi lebih seru dan berkesan.
Konsepnya memang kayak open house banget! Ini beneran rumah yang dijadikan tempat makan kali ya, ahaha. Soalnya setiap ruangannya beneran kayak ruangan di rumah aja.
Itu sofa di ruangan kedua juga kayak ruang keluarga tempat berkumpul untuk nonton TV. Ah, pantes banget sih memang kalau disebut seperti ke rumah nenek kalau berkunjung ke sini.
Iya mba, dadakan yang jarak dekat so far berjalan sangat seru sekali. Amazingnya rumah ini berumur ratusan tahun dan suasananya enak serta nyaman sekali. Bahkan aku bisa duduk sambil menikmati makanan hingga tak terasa dua artikel pun jadi 🤩. Energi baik di rumah ini mungkin terserap oleh ku.
Suasananya beneran berasa di rumah ya. Teduh dan bikin betah lama-lama di situ. Meskipun konsep tempatnya rumahan, tapi makanan yang ditawarkan beragam. Menarik banget!
Oohh konsepnya homy begini gitu yaaa, iya bener serasa ada di rumah nenek vibesnya hehe. Kalau kayak gini instalasi colokan listrik, lighting gitu2nya apa nggak ribet ya mbak masangnya, kan existing pasti terminalnya menclok di manaa gitu kadang nggak dekat sama seating.
Itu makanan-makanannya fancy sekali tapi yaaa. Seneng nemu tempat begini, hidden gem yang sebenarnya.